Bursa Asia Bergejolak Usai Bank Sentral Korea Tahan Bunga

Ilustrasi negara Korea Selatan
Ilustrasi negara Korea Selatan

Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50 persen sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan didasari penurunan nilai tukar Won melemah sekitar 0,2 persen menjadi 1.466,6 terhadap dolar AS sehingga mempersempit ruang pelonggaran kebijakan.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Korea Selatan, Kospi, melesat 0,57 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil dibuka datar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 1,05 persen. Sedangkan indeks Topix naik tipis 0,15 persen. 

Ilustrasi Ekonomi dan Investasi

Saham Toyota Industries melonjak 5,8 persen menyusul penguatan saham Toyota Motors. Perusahaan mengatakan setuju untuk menaikkan penawarannya untuk Toyota Industries menjadi 18.800 yen atau U$118,11 per saham.

Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, juga mencatat lonjakan sebesar 0,46 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak turun ke level 26.901 dari posisi sebelumnya di area 26.999,81.

Meninjau bursa Amerika Serikat, saham-saham berjatuhan untuk sesi kedua berturut-turut sehingga semakin menjauh dari rekor level tertingginya. Tekanan dipicu sikap investor yang sedang mencermati serangkaian laporan pendapatan terbaru dan memantau perkembangan geopolitik.

Saham sektor teknologi menghambat laju pasar secara keseluruhan. Saham-saham chip mengalami kerugian besar, seperti Broadcom anjlok 4 persen serta Nvidia dan Mikron Technologi merosot lebih dari 1 persen.

Indeks  S&P 500 melemah 0,53 persen menjadi 6.926,60. indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 42,36 poin atau 0,09 persen ke level 49.149,63.  

Nasdaq Composite kehilangan 1 persen ke posisi 23.471,75. Koreksi inu menjadi hari kedua berturut-turut bagi ketiga indeks acuan Wall Street.