Bursa Asia Dibuka Bergejolak, Indeks Jepang Cetak Rekor Sambut Rencana Pemilu Takaichi
Kenaikan pesat didorong ekspektasi pasar seiring pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mempercepat pemilihan umum (pemilu) yang kemungkinan besar digelar pada bulan Februari 2026. Pesta demokrasi ini akan menjadi pertama bagi Takaichi maju dan dipilih langsung oleh warga Jepang, mengingat pemilu belum pernah dilakukan untuk skala nasional.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 melejit hingga 1 persen dan melampaui level 54.000 untuk pertama kalinya. Sebelumnya, indeks Nikkei telah mencatatkan kenaikan lebih dari 3 persen hinga cetak rekor level tertinggi pada perdagangan Selasa, 13 Januarin2026.
Indeks Topix ikut mencetak rekor baru setelah menguat 0,6 persen.
Ilustrasi sedang investasi
Sementara itu, Yen Jepang melemah 159 basis poin (bps) terhadap dolar AS. Koreksi menyebabkan nilai mata uang Jepang ini turun ke level terendah sejak Juli 2024, bahkan otoritas Jepang turun tangan untuk menghentikan penurunan nilai Yen saat itu.
Di Korea Selatan, indeks Kospi Korea dibuka di atas garis datar. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil anjlok 0,37 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka stagnan. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik menjadib 26.920 dari posisi terakhirnya di level 26.848,47.
Semalam di bursa Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama kompak melemah karena investor bergulat dengan volatilitas akibat serangkaian proposal dari Presiden AS Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir. Nasdaq Composite merosot 0,1 persen lalu indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,8 persen.
Indeks S&P 500 tergelincir 0,19 persen. Penurunan imbas aksi jual investor terhadap saham JPMorgan usai laporan keuangan menunjukan kinerja lebih baik dari perkiraan pasar.