Bursa Asia Bergejolak Dipicu Rencana AS Terapkan Government Shutdown

Marina Bay Sands, Singapura
Marina Bay Sands, Singapura

Bank sental Jepang (BoJ) mmerilis hasil survei Tankan, riset yang mengukur sentimen bisnis di antara perusahaan-perusahaan Jepang, untuk periode kuartal III-2025.  Indeks optimisme bisnis di antara produsen besar Jepang meningkat menjadi 14 poin dari level 13 pada kuartal sebelumnya.

Angka tersebut masih lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebesar 15 poin. Sementara itu, indeks non-manufaktur tetap stabil di level 34 poin.

Sebagai informasi, angka positif pada survei Tankan menunjukkan jumlah orang yang optimis melebihi jumlah orang yang pesimis, dan sebaliknya. Investor di kawasan Asia juga akan memperhatikan keputusan suku bunga Bank Sentral India yang rencananya diumumkan pada Rabu pekan depan.

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum PBB ke-80.

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum PBB ke-80.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 anjlom 1,05 persen. Indeks Topix mencatat koreksi lebih drastis sebesar 1,52 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,68 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil mencatat lonjakan sebesaer 0,77 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia tergelincir 0,25 persen pada awal perdagangan. Bursa di daratan China dan Hong Kong libur.

Meninjau Wall Street, indeks S&P 500 melambung 0,41 persen ke level 6.688,46. Nasdaq Composite meningkat 0,31 persen dan ditutup pada area 22.660,01.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,82 poin atau 0,18 persen ke posisi 46.397,89. Ini merupakan penutupan tertinggi baru yang berhasil dicatatkan indeks sarat saham teknologi tersebut.