Bursa Asia Bergejolak Jelang Rilis Inflasi Tiongkok untuk Bulan Desember 2025
Ekonom memperkirakan inflasi Tiongkok untuk bulan Desember 2025 mencapai 0,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan pada bulan November 2025 sebesar 0,7 persen.
Saham Fast Retailing dan Uniqlo melonjak lebih dari 7 persen setelah mengumkan laba operasional triwulanan meningkat sekitar sepertiga. Perusahaan juga menaikkan perkiraan laba dalam setahun penuh.
Kuatnya penjualan global membantu mengimbangi dampak tarif Amerika Serikat (AS). Perusahaan fesyen asal Jepang menegaskan tetap berada di jalur yang tepat untuk pertumbuhan laba tahun kelima berturut-turut berkat hasil penjualan pesat di Tiongkok serta ekspansi pesat di Amerika Utara dan Eropa.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, menguat 0,54 persen. Sementara itu, indeks Topix meningkat 0,46 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospin merosot 0,41 persen. Indeks Kosdaq turut mengalami koreksi sebesar 0,21 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun di bawah garis datar saat pembukaan perdagangan.
Gejolak juga terlihat di perdagangan bursa AS, Wall Street. Semalam, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup kinclong sementara Nasdaq Composite berada di bawah tekanan karena investor mengalihkan investasi dari saham-saham teknologi.
Indeks yang terdiri dari 30 saham unggulan mencatat kenaikan 270,03 poin atau 0,55 persen menjadi 49.266,11. Nasdaq Composite anjlok 0,44 persen ke level 23.480,02.
Sementara itu, indeks S&P 500 naik tipis 0,01 persen ke area 6.921,46. Di antara 11 sektor di indeks S&P 500, sektor teknologi informasi mengalami penurunan paling tajam lebih dari 1 persen.