Bursa Asia Bergejolak, Investor Tunggu Data Ekonomi Penting

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Jepang
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Jepang

 Bursa Asia-Pasifik dibuka beragam pada sesi pergadaan hari ini, Senin, 17 November 2025. Fluktuasi terjasi saat para investor menantikan sejumlah data ekonomi penting di kawasan ini.

Pasar memperhatikan laporan produk domestik bruto (PDB) dari Thailand pada kuartal III-2025. Singapura juga berencana mengumumkan data neraca perdagangan dalam beberapa hari ke depan. 

Jepang melaporkan ekonomi negaranya terkontraksi sebesar 0,4 persen pada kuartal III-2025. Ini lebih kecil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. 

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 0,63 persen. Indeks Topix menyusut 0,44 persen.

Ilustrasi Ekonomi

Di Korea Selatan, indek Kospi melonjak 1,78 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 0,68 persen.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada lebih rendah di posisi 26.500 dari 26.572,46. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, tergerus 0,26 persen.

Sementara di Wall Street, Nasdaq Composite ditutup menguat 0,13 persen ke level 22.900,59 pada akhir pekan. Ini mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. 

Indeks S&P 500 ditutup mendekati garis datar sstelah turun hanya 0,05 persen ke level 6.734,11. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 309,74 poin atau 0,65 persen menjadi 47.147,48.

Ketiga indeks tersebut bangkit dari level terendah di yang menyebabkan Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 1,9 persen dan sekitar 1,4 persen. Lalu indeks DJIA membukukan koreksi hampir 600 poin atau sekitar 1,3 persen.