Bursa Asia Bergejolak Usai Inflasi Jepang Tidak Sesuai Ekspektasi
Inflasi inti di Tokyo yang tidak mencakup harga makanan segar tetapi juga harga energi pada bulan Oktober 2025 turun sedikit menjadi 2,7 persen dari 2,8 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pasar memperkirakan Jepang bisa mempertahankan inflasi di level 2,7 persen.
Para investor juga akan mencermati laporan produk domestik bruto (PDB) India untuk kuartal II yang berakhir pada bulan September 2025. Pemerintaj India dijadwalkan akan melaporkan pada hari ini, Jumat, 28 November 2025.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 0,15 persen saat pembukaan perdagangan. Indeks Topix hanya berubah tipis.
Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 0,61 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 1,66 persen.
Indeks utama Australia, S&P/ASX 200, memulai perdagangan tepat di atas garis datar. Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong merosot ke level 25.935 dari 25.945,93.
Ketiga indeks utama Wall Street hampir tidak berubah pada penutupan perdagangan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 10 poin sedangkan indeks S&P 500 dan Nadsaq Composite ditutup tepat di atas garis datar.