Bursa Asia Bergejolak saat Pasar Berharap Shutdown AS Berakhir
Selain shutdown AS, tersendatnya saham-saham kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sentimen yang memengaruhi pasar. Saham SoftBank Group anjlok lebih dari 7 persen setelah perusahaan tersebut menyatakan telah menjual seluruh sahamnya di produsen chip AS, Nvidia, senilai US$5,83 miliar.
Dalam laporan pendapatannya,SoftBank telah menjual 32,1 juta saham Nvidia pada bulan Oktober 2025 dan juga memangkas kepemikiha saham di T-Mobile dan dana yang terkumpul dari aksi jual mencapai US$9,17 miliar. Raksasa Jepang ini menyampaikan untuk mengalihkak investasinya ke pemilik ChatGPT, OpenAI.
Dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 12 November 2025, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 0,26 persen. Sedangkan, indesk Topix naik 0,35 persen.
Ilustrasi Saham Meta Cetak Rekor Tertinggi
Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, dibuka datar. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melonjak 0,62 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 meningkat 0,13 persen. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan lebih tinggi di level 26.865 dari sebelumnya 26.696,41.
Wall Street menujukkan penutupan beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat ke rekor penutupan baru sementara Nasdaq Composite melemah karena investor mengalihkan dana dari saham teknologi ke sektor lain yang diperdagangkan dengan valuasi lebih rendah.
Indeks DJIA naik 559,33 poin atau 1,18 persen dan ditutup pada level 47.927,96. Penguata ditopanga aksi borong para pelaku pasar di Wall Street membeli saham berbagai perusahaan blue-chip, termasuk raksasa layanan kesehatan Merck, Amgen dan Johnson & Johnson.
Indeks S&P 500 melesat 0,21 persen menjadi 6.846,61. Namun, indeks sarat saham teknologi terkoreksi 0,25 persen dan ditutup pada level 23.468,30.