Trump Mau Pangkas Bunga Kartu Kredit Jadi 10 Persen, Bank AS Bersiap Kencangkan Ikat Pinggang
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, lagi-lagi menguncang pasar global melalui kebijakan ekonomi populis. Ia mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun.
Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit berlaku pada 20 Januari 2026. Proposal ini mencuat di tengah proses penyelidikan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, dan upaya Trump mencaplok Venezuela dan Greenland.
Selama ini, kata Trump, masyarakat AS sudah diperas oleh perusahaan penyedia kartu kredit. Ia menyampaikan usulan ini melalui unggahan di Truth Social yang juga sempat menyerukannya saat kampanye pada September 2024 lalu.
Menurut Trump, pembatasan suku bunga kartu kredit sebagai upaya memberikan kemudahan pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat AS. Sebab, akumulasi inflasi dalam beberapa tahun terakhir telah membebani rumah tangga, terutama kelas menengah dan bawah, karena biaya hidup semakin mahal.
"Kemudahan terjangkau," tulis Trump dikutip dari CNN Internasional pada Rabu, 14 Januari 2026.
Ilustrasi kartu kredit.
Trump turut menyalahkan mantan Presiden AS, Joe Biden, atas tingginya suku bunga kartu kredit.
Suku bunga kartu kredit merupakan bagian penting dari pendapatan lembaga keuangan. Pembatasan suku bunga berpotensi menjadi bumerang.
Pihak bank sangat mungkin untuk memperketat penyaluran kredit. Alhasil, kredit semakin sulit bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau dengan skor kredit terbatas.
Langkah Trump soal kartu kredit ini melengkapi serangkaian pengumuman ekonomi populis lain sepanjang pekan, mulai dari rencana pembelian obligasi hipotek untuk menekan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) hingga pembatasan investor institusi membeli rumah tinggal.
Namun, sikap Trump dinilai berbalik arah dari kebijakan sebelumnya. Pada tahun 2024, pemerintahan di bawah kepemimpinan Trump mendukung industri perbankan dalam menggugurkan aturan era Biden yang membatasi biaya kartu kredit maksimal US$8.
Biro Perlindungan Konsumen Keuangan (Consumer Financial Protection Bureau/CFPB) memperkirakan kebijakan Biden bisa menghemat lebih dari US$10 miliar per tahun bagi keluarga AS. Selain itu, memangkas biaya pengeluaran rata-rata sebesar US$32.
Meski begitu, tantangan Trump untuk meyakinkan publik masih besar. Survei CNN terbaru menunjukkan 61 persen warga AS menilai kebijakan Trump justru memperburuk kondisi ekonomi.