Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

Presiden AS Donald Trump saat di Turnberry, Skotlandia
Presiden AS Donald Trump saat di Turnberry, Skotlandia

Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang pasar global. Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap negara mana pun yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Iran.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform TruthSocial pada Senin waktu setempat, 12 Januari 2026. Ia menegaskan kebijakan itu berlaku segera dan tidak dapat diganggu gugat.

"Keputusan ini bersifat final dan mengikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulis Trump dikutip dari CNBC Internasional pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Trump menegaskan kebijakan tarif akan segara berlaku. Namun, Trump belum memberikan rincian teknis mengenai mekanisme penerapan tarif secara jelas. 

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum PBB ke-80.

Pengumuman tarif ini muncul menjelang putusan penting Mahkamah Agung AS terkait legalitas sejumlah kebijakan tarif besar yang diterapkan Trump sebelumnya. Penyelidikan kebijakan pungutan pajak di bawah perintah Trump, termasuk, tarif resiprokal, berhubungan dengan dugaan perdagangan fentanil, diberlakukan menggunakan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah tarif terkait Iran yang baru diumumkan Trump juga didasarkan pada undang-undang tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih menolak menjawab pertanyaan media terkait unggahan Trump tersebut.

Langkah Trump ini dipandang sebagai upaya untuk mengisolasi Iran secara ekonomi, di tengah kondisi domestik negara Timur Tengah yang kaya minyak ini tengah dilanda gelombang besar aksi protes anti-pemerintah. Puluhan demonstran dilaporkan tewas selama demo besar-besaran berlangsung dalam beberapa pekan terakhir ini.

Trump juga mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran apabila kekerasan terhadap para demonstran terus berlanjut. Orang nomor satu di As ini secara eksplisit mendukung pengulilangan rezim di Iran.

“Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!” tulis Trump di Truth Social pada Sabtu, 10 Januari 2026.