Trump Ancam Tarif 25 Persen ke Negara yang Berdagang dengan Iran, Airlangga: RI Tidak Khawatir!
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen bagi negara-negara di dunia, yang menjalin hubungan perdagangan dengan Iran.
Hal ini pun dikonfirmasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengingat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan dagang dengan Iran.
Airlangga menegaskan, pemerintah Indonesia tidak khawatir dengan ancaman yang diutarakan oleh Trump, terkait pengenaan tarif sebesar 25 persen bagi negara-negara yang berdagang dengan Iran tersebut.
"Tidak ada (kekhawatiran)," tegas Airlangga saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.
[Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers peluncuran ALFI Convex 2025, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025]
Ketika ditanya apa yang membuat Indonesia tidak perlu merasa khawatir dengan ancaman Trump terkait tarif 25 persen tersebut, Airlangga mengatakan bahwa sebenarnya hubungan dagang antara Indonesia dengan Iran tidak miliki total nilai transaksi yang besar.
"Kita transaksinya (dengan Iran) tidak besar," ujarnya.
Data dari Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan yang dijalin antara Indonesia-Iran mencapai US$206,9 juta. Namun, tren dalam 5 tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan transaksi perdagangan antarkedua negara mencapai sebesar 19,31 persen.
Ekspor Indonesia ke Iran tercatat mencapai sebesar US$195,1 juta, sementara impor dari Iran ke Indonesia mencapai US$11,7 juta. Dengan demikian, dalam perdagangan antarkedua negara itu Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$183,4 juta.
Kemudian, produk ekspor non-migas utama Indonesia ke Iran antara lain yakni Other nuts, fresh or dried sebesar US$53,6 juta; Motorcycles sebesar US$408 juta; Industrial monocarboxylic fatty acids sebesar US$18,4 juta; Fibreboard of wood sebesar US$17,9 juta; serta Parts and accessories of vehicles sebesar US$8,7 juta.
Sementara produk impor non-migas utama Indonesia dari Iran antara lain yakni Dates atau kurma sebesar US$5,0 juta; Petroleum Coke sebesar US$3,0 juta; Alkaloids, natural or reproduced by synthesis sebesar US$1,4 juta; Grapes, fresh or dried sebesar US$0,9 juta; serta Instruments and appliances used in medical sebesar US$0,5 juta.
Selain itu, Ditjen PPI Kemendag juga mencatat bahwa terdapat 73 proyek investasi Iran di Indonesia, dengan total nilai yang mencapai sebesar US$0.9 juta.
Diketahui, ancaman Trump soal pengenaan tarif 25 persen tersebut ditebarkannya melalui unggahannya di Truth Social, sambil menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan akan diberlakukan sesegera mungkin.
"Perintah ini bersifat final dan mutlak. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump dalam unggahannya tersebut, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Meski demikian, sampai saat ini pihak Gedung Putih belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait ancaman Trump dalam unggahannya tersebut. Para pengamat internasional menilai bahwa langkah Trump ini merupakan upayanya yang lebih ekstrem, dalam memberikan sanksi sekaligus mengisolasi ekonomi Iran.