Mau Berhenti Ngopi, Adakah Manfaatnya?
Kopi lebih dari sekadar minuman. Ia adalah penyemangat pagi, alasan untuk rehat sejenak dari pekerjaan, hingga teman ngobrol yang nyaman.
Namun, meski begitu dicintai, kopi tidak selalu memberikan dampak yang baik bagi setiap orang. Sebagian orang merasa lebih cemas, sulit tidur, hingga mengalami masalah pencernaan setelah minum kopi.
Tak sedikit yang akhirnya mencoba berhenti mengonsumsi kopi atau mengurangi jumlah harian mereka.
Lalu, apakah berhenti minum kopi memang bermanfaat? Berikut penjelasan dari para ahli nutrisi.
Jangan lupakan manfaat kopi
Sebelum membahas manfaat berhenti minum kopi, penting untuk memahami bahwa kopi bukan minuman yang “jahat”. Biji kopi mengandung kafein, antioksidan, polifenol, vitamin B, dan magnesium.
Menurut Lina Begdache, PhD, RDN, polifenol dalam kopi bekerja pada tingkat molekuler dan antioksidan membantu melawan kerusakan sel.
Kopi juga memberikan berbagai manfaat, seperti:
1. Meningkatkan energi dan mood
Kafein membantu melawan rasa lelah dan menjadi booster suasana hati. Dr. Laura Purdy menjelaskan bahwa kafein juga dapat membantu pada gejala depresi ringan.
2. Meningkatkan konsentrasi dan performa
Menurut Dr. Shoshana Ungerleider, kafein membantu meningkatkan kewaspadaan, fokus, bahkan performa atletik.
3. Mengurangi risiko beberapa penyakit
Riset menunjukkan bahwa antioksidan dalam kopi dapat:
- Mengurangi peradangan
- Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker
- Mengurangi risiko atrial fibrillation atau gangguan irama jantung pada peminumnya
Risiko minum terlalu banyak kopi
Bagi sebagian orang, meski dikonsumsi sedikit, kopi dapat memicu reaksi negatif, seperti:
1. Gangguan tidur
Kafein mengganggu kualitas tidur, menyebabkan lelah berkepanjangan karena tubuh tidak mendapatkan istirahat optimal.
2. Meningkatkan kecemasan
Sebagai stimulan, kafein dapat meningkatkan respons stres dan memperparah kecemasan.
3. Gangguan jantung
Beberapa orang mengalami detak jantung lebih cepat atau tekanan darah naik setelah minum kopi.
4. Masalah pencernaan
Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperparah gejala asam lambung (GERD) atau IBS.
Mereka yang memiliki kecemasan tinggi, gangguan tidur, masalah pencernaan, kondisi jantung tertentu, atau sedang hamil/menyusui, sebaiknya mempertimbangkan untuk mengurangi atau berhenti minum kopi.
Manfaat berhenti minum kopi
Menurut para ahli, berikut keuntungan yang bisa dirasakan ketika berhenti atau mengurangi konsumsi kopi:
1. Kualitas tidur membaik
Kafein menghalangi adenosin—zat yang membantu tubuh merasa mengantuk. Dengan berhenti minum kopi, siklus tidur dapat kembali normal dan kualitas tidur meningkat.
2. Tingkat kecemasan menurun
Tanpa stimulasi kafein, tubuh dapat lebih tenang. Hal ini membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan memberikan kondisi mental lebih stabil.
3. Energi lebih stabil sepanjang hari
Kopi memberikan lonjakan energi, tetapi diikuti dengan “crash”. Ketika berhenti minum kopi, tubuh tidak lagi bergantung pada kafein, sehingga energi terasa lebih merata dan alami.
4. Pencernaan lebih nyaman
Bagi yang sering mengalami perut tidak nyaman setelah minum kopi, berhenti mengonsumsinya dapat memperbaiki kondisi lambung, mengurangi asam, dan menenangkan sistem pencernaan.
Tips berhasil berhenti ngopi
Menghentikan kopi tidak mudah, terutama jika sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Para ahli memberikan tips berikut:
1. Dengarkan tubuhmu
Kafein adalah zat psikoaktif. Berhenti secara tiba-tiba bisa memicu gejala seperti sakit kepala, lemas, mood jelek, dan sulit fokus. Lakukan perlahan.
Ilustrasi minum teh herbal. Kumpulan resep rebusan alami untuk atasi kenaikan kolesterol setelah menyantap daging kurban.
2. Kurangi secara bertahap
Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Kurangi jumlah kopi harian (misalnya dari 2 cangkir menjadi 1 cangkir).
- Minum kopi tidak setiap hari, tetapi selang-seling.
- Campur kopi biasa dengan kopi tanpa kafein secara bertahap.
3. Coba beralih ke teh
Teh hitam, hijau, atau matcha mengandung kafein lebih rendah, cukup untuk menghindari sakit kepala akibat penarikan kafein.
4. Ganti ritual pagi dengan minuman lain
Banyak orang lebih rindu ritual pagi dengan secangkir hangat dibanding rasa kopinya.
Cobalah menggantinya dengan:
- Teh herbal
- Decaf
- Cokelat panas rendah kafein
Dengan begitu, kebiasaan tetap berjalan tanpa konsumsi kafein.
Kesimpulan
Kopi memiliki berbagai manfaat kesehatan, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Jika kamu sering mengalami kecemasan, gangguan tidur, atau masalah pencernaan, berhenti atau mengurangi kopi bisa memberikan perubahan positif bagi tubuh.
Kuncinya adalah tapering atau mengurangi secara bertahap, bukan berhenti mendadak. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa merasakan energi yang lebih stabil, tidur yang lebih nyenyak, dan pencernaan yang lebih nyaman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang