Sama-Sama Mengandung Kafein, Ini Perbedaan Dampak Kopi dan Soda terhadap Tubuhmu

kafein, kopi, soda, gula darah, Sama-Sama Mengandung Kafein, Ini Perbedaan Dampak Kopi dan Soda terhadap Tubuhmu, Mengapa Energi dari Soda Cepat Hilang?, Dampak terhadap Gula Darah, Pendapat Ahli Medis: Kopi Lebih Unggul, Tetapi Tetap Perlu Batasan, Bagaimana dengan Soda Diet?

Saat membutuhkan tambahan energi di tengah aktivitas yang padat, banyak orang memilih secangkir kopi atau sekaleng soda.

 Keduanya memang sama-sama mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. 

Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa dampak kopi dan soda terhadap tubuh tidaklah sama.

Laporan terbaru dari Verywell Health pada (10/6/26) mengungkap bahwa kopi umumnya menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan soda jika tujuan utamanya adalah menjaga energi tetap stabil dan mengontrol kadar gula darah. 

sama dapat memberikan efek "melek", cara kerja keduanya di dalam tubuh berbeda cukup signifikan.

Kafein merupakan zat stimulan alami yang bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang memicu rasa lelah dan kantuk. Ketika adenosin diblokir, seseorang akan merasa lebih fokus, waspada, dan berenergi.

Namun, jumlah kafein dalam kopi biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan soda. Menurut Verywell Health, satu cangkir kopi seduh berukuran 8 ons dapat mengandung sekitar 115–175 miligram kafein.

Sebaliknya, minuman soda jenis cola umumnya hanya mengandung sekitar 34–55 miligram kafein per 12 ons. 

Artinya, kopi cenderung memberikan efek peningkatan fokus yang lebih kuat dibandingkan soda.

Mengapa Energi dari Soda Cepat Hilang?

Perbedaan terbesar antara kopi dan soda terletak pada kandungan gulanya.

Sebagian besar soda reguler mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Ketika dikonsumsi, gula akan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah sehingga tubuh memperoleh lonjakan energi dalam waktu singkat. 

Sayangnya, efek ini sering diikuti oleh penurunan energi atau yang dikenal sebagai sugar crash.

Menurut ahli gizi klinis yang diwawancarai Verywell Health, lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis dapat membuat seseorang kembali merasa lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan lebih lapar setelahnya.

Sebaliknya, kopi hitam tanpa gula tidak mengandung karbohidrat maupun gula tambahan sehingga tidak memicu lonjakan gula darah yang signifikan. Karena itu, energi yang dihasilkan kopi cenderung lebih stabil dan bertahan lebih lama.

Dampak terhadap Gula Darah

Bagi orang yang sedang menjaga kadar gula darah, perbedaan ini menjadi semakin penting.


Soda reguler mengandung gula dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat. Sebuah kaleng soda 12 ons bahkan dapat mengandung sekitar 39 gram gula atau setara hampir 10 sendok teh gula tambahan.

Dr. Kathy Warwick, ahli gizi yang terlibat dalam berbagai kajian tentang kafein, menjelaskan bahwa minuman manis dengan kadar gula tinggi dapat meningkatkan kebutuhan insulin dan memperberat kontrol gula darah pada sebagian orang.

Sementara itu, kopi hitam umumnya tidak memberikan dampak besar terhadap kadar gula darah karena hampir tidak mengandung kalori maupun gula. 

Meski demikian, pada sebagian orang yang sensitif terhadap kafein, terutama penderita diabetes, kafein tetap dapat menyebabkan sedikit peningkatan kadar glukosa. 

Pendapat Ahli Medis: Kopi Lebih Unggul, Tetapi Tetap Perlu Batasan

kafein, kopi, soda, gula darah, Sama-Sama Mengandung Kafein, Ini Perbedaan Dampak Kopi dan Soda terhadap Tubuhmu, Mengapa Energi dari Soda Cepat Hilang?, Dampak terhadap Gula Darah, Pendapat Ahli Medis: Kopi Lebih Unggul, Tetapi Tetap Perlu Batasan, Bagaimana dengan Soda Diet?

Ilustrasi kopi.

Menurut para pakar kesehatan, kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer umumnya merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan soda.

Selain membantu meningkatkan kewaspadaan, kopi juga mengandung berbagai senyawa antioksidan yang telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan hati dan fungsi metabolisme tubuh.

Menurut Mayo Clinic Health System, batas aman konsumsi kafein bagi sebagian besar orang dewasa sehat adalah sekitar 400 miligram per hari atau setara kurang lebih empat cangkir kopi seduh. 

Konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar, gangguan tidur, sakit kepala, hingga kecemasan.

Bagaimana dengan Soda Diet?

Sebagian orang beralih ke soda diet karena tidak mengandung gula. Meskipun soda diet memang tidak menyebabkan lonjakan gula darah sebesar soda biasa, para ahli tetap menyarankan konsumsi secara moderat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi soda diet dalam jumlah besar dan jangka panjang berpotensi berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme, diabetes tipe 2, serta masalah kardiovaskular.

 Hubungan tersebut masih terus diteliti, tetapi para pakar sepakat bahwa air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk hidrasi sehari-hari.

Jika dibandingkan secara langsung, sebagian besar ahli kesehatan menilai kopi hitam tanpa tambahan gula lebih unggul dibandingkan soda untuk menjaga energi dan mengontrol gula darah. 

Kandungan kafein yang lebih tinggi membantu meningkatkan fokus, sementara minimnya gula membuat kadar energi lebih stabil.

Meski begitu, pilihan terbaik tetap bergantung pada cara konsumsi. Kopi yang dipenuhi gula, sirup, dan krimer berkalori tinggi bisa kehilangan banyak manfaat kesehatannya. 

Begitu pula soda yang dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, jika kamu mencari minuman berkafein yang lebih ramah bagi tubuh, secangkir kopi hitam tampaknya masih menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan sekaleng soda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang