Inilah Negara yang Dijuluki Sebagai Tempat Kelahiran Kopi di Dunia

kopi, sejarah, Afrika, Ethiopia, biji kopi, Inilah Negara yang Dijuluki Sebagai Tempat Kelahiran Kopi di Dunia

Bagi jutaan orang di seluruh dunia, secangkir kopi hangat adalah ritual wajib yang tidak boleh dilewatkan untuk memulai hari.

Wangi aromanya yang khas dan efek kafeinnya yang menyegarkan selalu sukses membakar semangat. 

Namun, saat kamu sedang asyik menyeruput caffè latte, espresso, atau kopi tubruk favorit Anda, pernahkah terlintas di pikiran dari mana sebenarnya tanaman kopi ini berasal?

Sebagian orang mungkin akan spontan menebak Brasil, Italia, atau bahkan Indonesia karena reputasinya sebagai produsen dan konsumen kopi raksasa saat ini. 

Tapi, jika kita berbicara soal sejarah dan asal-usul paling awal, tebakan tersebut kurang tepat.

Dilansir dari NDTV Food (17/5/26), julukan sebagai tempat kelahiran kopi di dunia secara historis jatuh kepada sebuah negara di kawasan Tanduk Afrika, yaitu Etiopia (Ethiopia).

Penasaran bagaimana negara ini bisa menjadi hulu dari sejarah panjang perjalanan kopi dunia?

Kisah Legenda Kaldi dan Kambing-Kambingnya yang Menari

Sejarah awal penemuan kopi di Etiopia tidak bisa dipisahkan dari sebuah cerita rakyat yang sangat legendaris.

Berdasarkan catatan sejarah yang diulas oleh NDTV Food, semua ini bermula sekitar abad ke-9 di wilayah dataran tinggi Kaffa, Etiopia.

Alkisah, ada seorang penggembala kambing lokal bernama Kaldi. Suatu hari, Kaldi menyadari ada tingkah laku yang sangat aneh dari kawanan kambing gembalaannya. 

kambing tersebut mendadak menjadi sangat energik, lincah, bahkan terlihat seperti sedang "menari-nari" setelah memakan buah beri berwarna merah cerah dari sebatang pohon liar tertentu.

kopi, sejarah, Afrika, Ethiopia, biji kopi, Inilah Negara yang Dijuluki Sebagai Tempat Kelahiran Kopi di Dunia

Tanaman Kopi Gunung Gambar, Ngawen, Gunungkidul

Karena penasaran dengan efek ajaib buah tersebut, Kaldi memutuskan untuk mencoba memakannya sendiri. Benar saja, tak lama setelah mengunyah buah beri merah itu, Kaldi langsung merasakan gelombang energi yang luar biasa dan rasa kantuknya hilang seketika.

Ia pun membawa buah misterius ini ke sebuah biara setempat untuk menunjukkannya kepada seorang biksu. Awalnya, sang biksu menganggap buah itu berbahaya dan melemparkannya ke dalam api. 

Namun, saat biji-biji di dalam buah beri tersebut terpanggang oleh api, aroma harum yang sangat memikat langsung menyeruak ke seluruh ruangan. Biji-biji kopi yang terpanggang itulah yang kemudian diseduh dengan air panas, menjadi cangkir kopi pertama di dunia.

Dari Etiopia Menyebar ke Seluruh Dunia

Meskipun tanaman kopi (Coffea arabica) tumbuh secara liar dan alami di hutan-hutan Etiopia, konsumsi kopi pada masa awal di sana lebih sering digunakan untuk keperluan ritual keagamaan oleh para sufi atau sebagai penambah stamina para pelancong, bukan sebagai minuman komersial seperti sekarang.


Dari dataran tinggi Etiopia, biji kopi kemudian menyeberangi Laut Merah dan mencapai wilayah Semenanjung Arab khususnya Yaman, pada abad ke-15.

kopi, sejarah, Afrika, Ethiopia, biji kopi, Inilah Negara yang Dijuluki Sebagai Tempat Kelahiran Kopi di Dunia

Ilustrasi kopi, biji kopi.

Di sinilah budidaya kopi secara terstruktur mulai berkembang pesat, dan pelabuhan Mocha di Yaman menjadi pusat perdagangan kopi dunia yang paling sibuk pada masanya. 

Dari dunia Arab, popularitas kopi terus menyebar ke Eropa, Asia (termasuk Indonesia melalui jalur kolonialisme), hingga akhirnya mendominasi seluruh penjuru bumi.

Budaya Luhur Masyarakat Etiopia

Hingga hari ini, predikat sebagai tempat kelahiran kopi bukan sekadar catatan di buku sejarah bagi warga Etiopia. Kopi telah mendarah daging dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka melalui tradisi yang disebut "Buna Tetu" atau Upacara Kopi Etiopia.

Upacara ini bukanlah proses menyeduh kopi yang instan. Ini adalah sebuah ritual sosial yang penuh penghormatan, biasanya dipimpin oleh seorang wanita muda yang mengenakan pakaian tradisional putih bersulam. 

Prosesnya dimulai dari mencuci biji kopi hijau, menyangrainya secara langsung di atas bara api, menggilingnya menggunakan cobek kayu, hingga menyeduhnya di dalam teko tanah liat tradisional bernama Jebena.

Menghadiri upacara kopi di Etiopia adalah bentuk simbol persahabatan, keramahan, dan penghormatan tertinggi bagi para tamu. Jadi, setiap kali Anda menikmati secangkir kopi hari ini, ingatlah bahwa kenikmatan tersebut berakar dari hutan liar di dataran tinggi Etiopia berabad-abad yang lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang