Berhenti Ngopi Ternyata Bikin Sakit Kepala, Ini Cara Mengatasinya

Berhenti Ngopi Ternyata Bikin Sakit Kepala, Ini Cara Mengatasinya, Mengapa kafein berpengaruh pada tubuh?, Penyebab sakit kepala akibat kafein, Cara efektif menghilangkan sakit kepala akibat kafein, Kesimpulan

Mengurangi asupan kafein bukanlah hal mudah bagi banyak orang. Ketika melewatkan secangkir kopi atau teh pagi, sebagian orang bisa merasa lesu, sulit fokus, hingga muncul sakit kepala yang berdenyut.

Kondisi ini dikenal sebagai caffeine headache, salah satu gejala paling umum dari withdrawal kafein.

Agar hari tidak semakin terasa berat, berikut penjelasan mengenai penyebabnya serta cara efektif meredakan sakit kepala akibat kafein.

Mengapa kafein berpengaruh pada tubuh?

90 persen orang dewasa di Amerika Utara mengonsumsi kafein setiap hari. Wajar, mengingat zat stimulan ini membantu meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan mood.

Menurut dokter Laura Purdy, MD, kafein meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat, sehingga membuat seseorang lebih segar dan produktif.

Dalam dosis rendah hingga sedang (antara 30 sampai 400 mg per hari atau setara maksimal tiga cangkir kopi) kafein bisa memberikan manfaat bagi kognisi dan suasana hati.

Penyebab sakit kepala akibat kafein

Sakit kepala dapat dipicu oleh konsumsi kafein berlebih, tetapi sakit kepala kafein yang dibahas di sini umumnya terjadi ketika tubuh mengalami gejala putus kafein (caffeine withdrawal).

Gejala ini muncul pada orang yang rutin mengonsumsi kafein (bahkan hanya satu cangkir kopi atau teh per hari) dan tiba-tiba berhenti.

Tubuh bereaksi layaknya sedang lepas dari zat apa pun yang memengaruhi sistem saraf: muncul rasa lelah, sulit konsentrasi, energi menurun, mudah marah, hingga sakit kepala.

Ahli gizi Beth Czerwony, RD, LD, dari Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa penghentian mendadak membuat tubuh "kaget" karena kehilangan stimulan yang biasanya diterima setiap hari.

Gejala ini dapat muncul dalam 12–24 jam setelah konsumsi terakhir, memuncak pada 20–51 jam, dan bisa berlangsung hingga sembilan hari. Namun umumnya sakit kepala hanya berlangsung beberapa jam.

Penghentian konsumsi secara mendadak membuat risiko sakit kepala semakin tinggi. Mengurangi konsumsi secara bertahap lebih disarankan.

Cara efektif menghilangkan sakit kepala akibat kafein

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala akibat putus kafein:

1. Konsumsi sedikit kafein

Cara paling cepat dan efektif adalah memberikan tubuh sedikit kafein. Kafein dapat membantu melebarkan pembuluh darah di otak dan meredakan nyeri.

Berhenti Ngopi Ternyata Bikin Sakit Kepala, Ini Cara Mengatasinya, Mengapa kafein berpengaruh pada tubuh?, Penyebab sakit kepala akibat kafein, Cara efektif menghilangkan sakit kepala akibat kafein, Kesimpulan

Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar kafein dalam tubuh dapat memengaruhi lemak tubuh dan risiko diabetes tipe 2.

Jika sedang berusaha mengurangi kafein, pilih sumber yang lebih ringan seperti teh hitam, teh hijau, atau sedikit dark chocolate.


2. Cukupi kebutuhan cairan

Walau air putih bukan obat ajaib untuk semua masalah, hidrasi yang baik dapat membantu meredakan sakit kepala, terutama jika penyebabnya turut dipengaruhi dehidrasi.

Meski tidak secara langsung mengurangi withdrawal kafein, tubuh yang terhidrasi akan berfungsi lebih optimal.

3. Coba minum kopi decaf

Penelitian kecil dari University of Sydney menemukan bahwa kopi decaf atau tanpa kafein dapat mengurangi gejala sakit kepala saat menyetop kafein.

Berhenti Ngopi Ternyata Bikin Sakit Kepala, Ini Cara Mengatasinya, Mengapa kafein berpengaruh pada tubuh?, Penyebab sakit kepala akibat kafein, Cara efektif menghilangkan sakit kepala akibat kafein, Kesimpulan

Kppi decaf tak menyebabkan anxiety, ini salah satu efek positif dari kopi decaf.

Dalam studi tersebut, peserta yang diberi decaf (baik yang diberi tahu maupun yang dikira minum kopi biasa) melaporkan gejala yang menurun.

Fenomena ini terjadi karena efek plasebo, yakni rasa dan aroma kopi memberikan sensasi yang diasosiasikan otak dengan perbaikan gejala, meski tanpa kafein.

Walau penelitian ini masih terbatas, mencoba secangkir kopi decaf bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin berhenti dari kafein tanpa tersiksa sakit kepala.

Kesimpulan

Sakit kepala akibat kafein adalah reaksi umum ketika tubuh kehilangan stimulan yang biasa diterima setiap hari.

Untungnya, ada beberapa cara untuk meredakannya: memberikan sedikit kafein, minum pereda nyeri, menjaga hidrasi, atau mencoba decaf.

Jika berencana mengurangi kafein, lakukan secara bertahap untuk meminimalkan gejala semacam ini.

Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menikmati hari tanpa harus bergantung pada kafein dan tanpa sakit kepala yang mengganggu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang