Bursa Asia Melesat, Saham Teknologi Naik Pesat Dukung Reli Wall Street

Ilustrasi bursa saham asia
Ilustrasi bursa saham asia

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 0,69 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil meninhkat 0,28 persen. 

Indeks ASX/S&P 200 di Australia naik 0,17 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,34 persen. Pasar Jepang tutup karena hari libur.

Papan indeks di bursa Asia

Papan indeks di bursa Asia

Singapura diperkirakan akan merilis data inflasi untuk bulan Agustus 2025. Investor akan memperhatikan saham teknologi India akan terus menjadi fokus setelah melemah pada Senin, 22 September 2025. 

Pada Jumat, 19 September 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan biaya visa sebesar US$100.000 untuk visa H-1B baru yang diperuntukkan bagi pekerja asing berketerampilan tinggi. Dari hampir 400.000 visa H-1B yang diterbitkan pada tahun 2024, sebanyak 71 persen diperuntukkan bagi warga negara India, menurut data pemerintah AS .

Ketig indeks utama ditutup menguat pada penutupan perdagangan semalam. Indeks S&P 500  mencapai level tertinggi baru dipimpin kenaikan saham Nvidia yang setelah pengumuman kemitraan dengan OpenAI  yang memicu optimisme investor tentang masa depan kecerdasan buatan.

Indeks S&P 500 menguat 0,44 persen k3 level 6.693,75. Nasdaq Composite melonjak 0,70 persen dan ditutup di level 22.788,98. 

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 66,27 poin atau 0,14 persen menjadi 46.381,54. Bersama S&P 500, Nasdaq dan Dow Jones mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa selama sesi tersebut dan ditutup pada rekor tertinggi.