Pemimpin Partai Politik di Greenland Tolak Rencana Trump Ambil Alih Wilayah dari Denmark

Greenland, Donald Trump, Denmark, Pemimpin Partai Politik di Greenland Tolak Rencana Trump Ambil Alih Wilayah dari Denmark, Pernyataan Sikap Pemimpin Partai Politik Greenland, Sidang Parlemen Greenland Dimajukan, Pernyataan Donald Trump Soal Greenland, Reaksi Eropa Terkait Rencana Invasi AS ke Greenland, Respons Denmark dan Greenland, Menlu AS Akan Temui Otoritas Denmark untuk Bahas Greenland

Para pemimpin lima partai politik di Greenland menyatakan penolakan tegas terhadap rencana Presiden Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah mereka.

Pernyataan itu disampaikan menyusul kembali munculnya wacana pengambilalihan Greenland oleh Presiden AS Donald Trump.

Greenland merupakan wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark dengan kewenangan luas sejak 2009.

Para pemimpin partai menegaskan masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Pernyataan Sikap Pemimpin Partai Politik Greenland

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (9/1/2026), para pemimpin partai menolak status sebagai warga Amerika Serikat maupun Denmark.

"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," kata mereka.

Mereka juga meminta agar sikap Amerika Serikat yang dinilai meremehkan Greenland segera dihentikan.

"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland," lanjut pernyataan tersebut.

Para pemimpin partai menekankan bahwa Greenland telah meningkatkan perannya di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dialog mengenai masa depan wilayah itu harus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional.

Sidang Parlemen Greenland Dimajukan

Para pemimpin politik Greenland juga mengumumkan rencana memajukan sidang Inatsisartut atau parlemen Greenland.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan berlangsungnya debat politik yang adil, komprehensif, serta terjaminnya hak-hak rakyat Greenland di tengah meningkatnya tekanan geopolitik.

Pernyataan Donald Trump Soal Greenland

Pernyataan para pemimpin Greenland muncul setelah Donald Trump kembali menyatakan minatnya untuk mengambil alih Greenland. Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

"Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China," kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.

"Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara mudah, kita akan melakukannya dengan cara sulit," lanjutnya.

Reaksi Eropa Terkait Rencana Invasi AS ke Greenland

Pernyataan Trump menuai kecaman luas, terutama dari negara-negara Eropa, yang memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi mengguncang bahkan membubarkan NATO.

Media Inggris Daily Mail melaporkan Trump telah memerintahkan penyusunan rencana invasi ke Greenland, meski sebagian perwira senior militer AS disebut menentangnya.

Penasihat kebijakan Trump, Stephen Miller, dilaporkan menjadi salah satu pendukung utama rencana tersebut.

Sejumlah pejabat Eropa juga disebut khawatir rencana itu akan dijalankan sebelum pemilihan paruh waktu Kongres AS pada November.

Respons Denmark dan Greenland

Pada Desember lalu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland.

Landry kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat berencana menjadikan pulau itu bagian dari wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan kegeramannya dan menyebut akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen.

Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan AS agar menghormati integritas teritorial Denmark dan Greenland.

Menlu AS Akan Temui Otoritas Denmark untuk Bahas Greenland

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan akan bertemu dengan otoritas Denmark untuk membahas situasi Greenland.

Trump sendiri berulang kali menegaskan Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS dengan alasan keamanan nasional.

Mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan bahwa Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan kini berstatus wilayah otonom dengan kekayaan mineral tanah jarang serta potensi cadangan energi fosil yang besar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang