Dibuka Menghijau, IHSG Pede Lanjut Menguat Usai Rebalancing FTSE Pekan Lalu
IHSG dibuka menguat 31 poin atau 0,39 persen di level 8.082 pada pembukaan perdagangan Senin, 22 September 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas setelah rebalancing FTSE di closing Jumat lalu," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 22 September 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks saham Nikkei 225 Jepang melemah 0,57 persen dan Topix turun 0,35 persen, setelah keputusan Bank of Japan (BoJ).
Pada Jumat pekan lalu, BoJ memutuskan menahan suku bunga jangka pendek di level 0,5 persen, sekaligus mengumumkan langkah baru dengan mulai menjual kepemilikan aset berisiko.
Selain itu, data resmi menunjukkan indeks harga konsumen inti (CPI) Jepang naik 2,7 persen (yoy) pada Agustus 2025. Angka tersebut masih berada di atas target inflasi 2 0 persen BoJ, namun menjadi laju kenaikan paling lambat dalam sembilan bulan terakhir.
Sedangkan, kenaikan CPI inti, yang mengecualikan harga pangan segar namun mencakup biaya energi, sesuai dengan ekspektasi. Angka tersebut juga melambat dari 3,1 persen pada Juli 2025.
Sementara itu, indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,32 persen dan Hang Seng Hong Kong flat. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,46 persen dan Kosdaq menguat 0,70 persen.
"Support IHSG berada di level 7.950-8.000 sementara resist IHSG di rentang 8.080-8.150," ujarnya.