Trump: AS Siap Turun Tangan Jika Iran Membunuhi Demonstran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato Rabu malam
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato Rabu malam

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, Washington akan turun tangan jika Iran "menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal," dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat "siap siaga dan siap bertindak".

"Jika Iran menembak dan membunuh para pengunjuk rasa damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan turun tangan menyelamatkan para demonstran. Kami siap bertindak. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” kata Trump melalui unggahan di akun Truth Social miliknya.

Kantor Berita semi-resmi Iran, Fars, dan kelompok hak asasi manusia, Hengaw, melaporkan adanya korban jiwa selama bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan. Dua orang dilaporkan tewas di kota Lordegan di barat daya Iran, dan tiga lainnya di Azna dan satu di Kuhdasht.

Donald Trump Terima Penghargaan FIFA Peace Prize

Fars yang mengutip seorang pejabat lokal yang tidak disebutkan namanya melaporkan, pada Kamis, 1 Januari 2026, ada lebih dari 150 orang berkumpul di daerah Chaharmahal dan Bakhtiari di Lordegan, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan melempari bangunan publik dengan batu.

“Setelah polisi turun tangan, beberapa demonstran melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan, melukai sejumlah petugas, sementara dua orang tewas saat terjadi bentrokan tersebut,” kata pejabat tersebut.

Protes meletus pada 28 Desember 2025 di Grand Bazaar Teheran, atas depresiasi tajam rial Iran terhadap mata uang asing serta memburuknya kondisi ekonomi. Hal itu terjadi sebelum menyebar ke beberapa kota lain di seluruh negeri.

Presiden Masoud Pezeshkian juga mengakui ketidakpuasan publik, dan mengatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas masalah ekonomi saat ini dan mendesak para pejabat untuk tidak menyalahkan aktor eksternal seperti AS.