Venezuela Tangkap 5 Warga AS di Tengah Tekanan Pemerintahan Trump

Ilustrasi Militer Venezuela menangkap tentara bayaran asing.
Ilustrasi Militer Venezuela menangkap tentara bayaran asing.

 Setidaknya lima warga negara Amerika Serikat, termasuk seorang pria asal New York, ditahan di Venezuela di tengah meningkatnya tekanan militer dan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Caracas, menurut laporan terbaru.

Salah satu warga AS yang ditahan adalah James Luckey-Lange (28), warga Staten Island, New York. Para pejabat Amerika menyebut Luckey-Lange ditahan secara tidak sah oleh otoritas Venezuela, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Luckey-Lange dilaporkan hilang oleh keluarganya awal bulan ini setelah memasuki wilayah Venezuela dalam rangka perjalanan panjang melintasi Amerika Latin. Perjalanan tersebut, menurut orang-orang terdekatnya, dilakukan setelah ia kehilangan ibunya, musisi Diane Luckey.

“Dia sedang mencari arah hidupnya setelah mengalami kehilangan besar,” kata Eva Aridjis Fuentes, pembuat film yang pernah bekerja bersama Luckey-Lange dalam proyek dokumenter tentang ibunya.

Hingga kini, belum jelas apakah Luckey-Lange memasuki Venezuela dengan visa resmi. Dalam sebuah tulisan di blog pribadinya, ia sempat menyebut rencana untuk meneliti aktivitas penambangan emas di kawasan perbatasan Guyana–Venezuela.

Kontak terakhir Luckey-Lange dengan keluarganya terjadi pada 8 Desember, ketika ia mengatakan akan menuju Caracas untuk terbang kembali ke New York pada 12 Desember. Namun, ia tak pernah tiba. Bibinya, Abbie Luckey, mengaku belum menerima informasi resmi dari pemerintah AS terkait keberadaan keponakannya dan terus meminta kejelasan dari otoritas terkait.

Selain Luckey-Lange, pejabat AS menyebut tiga pemegang paspor ganda Venezuela–Amerika dan satu warga negara AS lainnya juga ditahan oleh pemerintah Venezuela. Dari lima orang tersebut, dua di antaranya — termasuk Luckey-Lange — dinilai ditahan tanpa dasar hukum, sementara tiga lainnya disebut menghadapi tuduhan pidana yang dinilai berpotensi sah.

Pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro sebelumnya kerap dituduh menggunakan penahanan warga Amerika sebagai alat tawar-menawar diplomatik dengan Washington. Sepanjang tahun ini, sebanyak 17 warga negara AS dan penduduk tetap telah dibebaskan sebagai bagian dari perundingan antara pemerintahan Trump dan Caracas.

Namun, pembicaraan tersebut terhenti setelah Washington kembali meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Maduro. Sejak itu, Venezuela dilaporkan kembali menahan warga Amerika mulai musim gugur lalu.

Sejumlah mantan tahanan AS sebelumnya mengungkapkan kondisi penjara yang buruk di Venezuela, termasuk minimnya proses hukum, keterbatasan akses hukum, serta tuduhan yang dinilai bermotif politik.

Selain Luckey-Lange, Departemen Luar Negeri AS telah mengidentifikasi Jonathan Torres Duque (26), warga Venezuela-Amerika, dan Aidel Suarez, penduduk tetap AS kelahiran Kuba, sebagai bagian dari warga yang ditahan. Identitas dua warga Amerika lainnya belum diungkapkan secara resmi.

Hingga saat ini, otoritas Venezuela belum memberikan pernyataan publik terkait penahanan warga AS tersebut. Departemen Luar Negeri AS juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar media.