Thomas Tuchel Kritik Durasi Drawing Piala Dunia 2026 Terlalu Lama

Skotlandia, Steve Clarke, Inggris, Piala Dunia 2026, Piala Dunia, Thomas Tuchel, Thomas Tuchel Kritik Durasi Drawing Piala Dunia 2026 Terlalu Lama

Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan kritik terhadap prosesi drawing Piala Dunia 2026 yang dinilainya terlalu bertele-tele.

Upacara pengundian yang berlangsung di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat tersebut menghadirkan berbagai penampilan hiburan, tetapi justru menyita waktu cukup panjang.

Pada proses yang sama, pelatih Skotlandia, Steve Clarke, juga menyampaikan keluhan serupa terkait lamanya durasi acara.

Kritik keduanya mencuat setelah Inggris mengetahui komposisi grup untuk Piala Dunia 2026, yang membuat mereka harus bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama di Grup L.

Tuchel Nilai Durasi Pengundian Terlalu Lama

Acara pengundian yang diklaim sebagai yang terbesar sepanjang sejarah gelaran Piala Dunia berlangsung selama hampir dua setengah jam.

Selain penampilan Robbie Williams, acara tersebut juga menampilkan pemberian penghargaan FIFA Peace Award kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta melibatkan atlet ternama seperti Tom Brady dan Shaquille O’Neal dalam proses pengundian.

Tuchel secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya akan format pengundian tersebut.

"Saya tidak menyukainya. Kita bisa melakukannya tanpa semua ini," kata Tuchel kepada BBC Sport.

Ia menekankan bahwa esensi utama pengundian justru tenggelam oleh banyaknya elemen hiburan.

"Aku tidak membutuhkannya. Tapi, tentu saja, ini panggung yang besar, dan ini hiburan yang luar biasa," lanjut Thomas Tuchel.

"Saya sangat menyadari bahwa ini bukan tentang wawasan mendalam sepak bola saat ini. Ini tentang presentasinya, ini tentang hiburannya."

Steve Clarke Juga Keluhkan Durasi Upacara

Bukan hanya Tuchel yang memberikan kritik. Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, juga mempertanyakan panjangnya prosesi pengundian, terlebih karena ia hadir dalam acara undian Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Butuh waktu lama untuk sampai pada undian," ungkap Clarke kepada talkSPORT dikutip dari ESPN.

"Secara pribadi, saya pikir itu berlangsung jauh lebih lama dari seharusnya, tetapi kami di sini hanya untuk undiannya."

Skotlandia sendiri terundi di Grup C bersama Brasil, Maroko, dan Haiti, sebuah grup yang disebut banyak pengamat sebagai salah satu yang paling berat.

Tuchel Anggap Grup Inggris Tak Mudah

Meski mengkritik panjangnya acara, Tuchel tetap menggarisbawahi bahwa fokus utama Inggris kini beralih pada persiapan di Grup L pada Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 52 tahun itu menyebut grup tersebut cukup menantang dan tidak boleh diremehkan.

"Kami punya Kroasia dan Ghana, dua tim yang selalu tampil di Piala Dunia, dan kami punya Panama," tegas Tuchel.

"Saya tidak tahu banyak tentang Panama, tetapi kami akan tahu segalanya tentang mereka saat turnamen dimulai."

Thomas Tuchel kembali menegaskan bahwa fase grup merupakan tahap yang tidak boleh dianggap enteng.

"Bagi saya pribadi, bahkan di Liga Champions, kita harus fokus pada grup – grup selalu yang paling sulit, dan kami ingin lolos, dan kami ingin menjuarai grup. Ini suli," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang