Trump Bakal Umumkan Tahap Dua dari Rencana Damai di Gaza sebelum Natal
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bakal mengumumkan dimulainya tahap kedua dari proses perdamaian Gaza, termasuk pembentukan pemerintahan baru sebelum Natal.
Laporan itu menyebut bahwa dalam beberapa pekan ke depan, pemerintahan Trump bersiap mengumumkan rincian Dewan Pemerintahan dan menguraikan implementasi rencana perdamaian yang lebih luas untuk Gaza.
Sebagaimana diuraikan dalam rencana perdamaian 20 poin Trump, fase kedua mencakup penarikan Israel dari wilayah-wilayah tambahan di Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan pembentukan struktur pemerintahan baru, yang mencakup Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump.
Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata
Struktur pemerintahan ini akan dipimpin oleh Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump, terdiri dari sekitar 10 pemimpin dari negara-negara Arab dan Barat, menurut laporan tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa di bawah Dewan Perdamaian akan dibentuk sebuah dewan eksekutif internasional, yang beranggotakan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, utusan khusus Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, serta sejumlah pejabat senior dari negara-negara yang terwakili dalam Dewan Perdamaian.
Pada gilirannya, pemerintahan teknokratis Palestina akan berfungsi di bawah dewan eksekutif dan terdiri dari antara 12 dan 15 individu dengan keahlian manajemen dan bisnis, yang tidak satu pun dari mereka terkait dengan Hamas, Fatah, atau partai atau faksi Palestina lainnya, sebut laporan itu.
Saat ini, AS, Qatar, Mesir, dan Turki terlibat dalam pembicaraan dengan Hamas untuk mencapai kesepakatan agar kelompok perjuangan Palestina itu akan menyerahkan kendalinya atas Gaza dan mulai melucuti senjata yang mereka miliki.