Diet Sederhana Tanpa Banyak Variasi Ternyata Lebih Efektif Turunkan Berat Badan
Banyak orang mengira diet yang baik harus penuh variasi makanan, tetapi penelitian terbaru justru menunjukkan hal sebaliknya.
Studi menemukan bahwa pola makan yang sederhana dan berulang dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif dibandingkan diet yang terlalu beragam.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology dan dilaporkan oleh Self (27/3/2026).
Para ahli menyebut pendekatan ini dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam menjalani pola makan sehat.
Diet dengan menu yang sama bantu hasil lebih optimal
Penelitian ini menganalisis data dari 112 orang dengan kelebihan berat badan yang mengikuti program penurunan berat badan selama 12 minggu.
Peserta diminta mencatat makanan yang dikonsumsi setiap hari serta memantau berat badan secara rutin.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi makanan dengan variasi lebih sedikit berhasil menurunkan berat badan rata-rata 5,9 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan variasi makanan lebih banyak yang hanya turun sekitar 4,3 persen.
Kunci utama ada pada konsistensi kalori
Ilustrasi timbangan. Penelitian terbaru menemukan bahwa diet dengan menu yang lebih sederhana dan konsisten justru dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif dibandingkan pola makan yang terlalu beragam.
Peneliti menemukan bahwa kestabilan jumlah kalori harian berperan penting dalam keberhasilan diet.
Semakin besar perubahan kalori dari hari ke hari, hasil penurunan berat badan cenderung menurun.
Setiap peningkatan fluktuasi sekitar 100 kalori dikaitkan dengan penurunan hasil diet sebesar 0,6 persen selama 12 minggu.
Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan yang konsisten lebih mudah membantu tubuh beradaptasi.
Kebiasaan makan bantu kurangi keputusan impulsif
Ahli gizi menyebut pola makan sederhana dapat mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan soal makanan.
“Ketika menu sudah terstandarisasi, kalori lebih mudah diprediksi dan pilihan makan jadi lebih terkontrol,” ujar Scott Keatley, RD, ahli nutrisi dari Keatley Medical Nutrition Therapy.
Kondisi ini membantu mengurangi kebiasaan makan spontan yang sering kali tidak terkontrol. Selain itu, pencatatan asupan makanan juga menjadi lebih akurat.
Pola makan sederhana bantu bangun kebiasaan sehat
Pola makan yang berulang membuat seseorang lebih mudah membentuk kebiasaan makan sehat.
“Ini juga memudahkan perencanaan dan persiapan makanan, terutama saat jadwal padat,” ujar Stephani Johnson, DCN, RDN dari Rutgers University.
Dengan menu yang sudah direncanakan, seseorang cenderung lebih konsisten dalam menjaga pola makan.
Hal ini juga membantu menghindari pilihan makanan yang tidak sehat.
Tidak harus makan menu yang sama setiap hari
Meski demikian, diet ini tidak berarti harus mengonsumsi makanan yang sama setiap saat. Ahli menyarankan untuk tetap memiliki beberapa pilihan menu yang bisa diputar.
“Pendekatan terbaik adalah rotasi menu yang terstruktur, bukan satu jenis makanan yang diulang terus-menerus,” jelas Keatley.
Pendekatan ini tetap menjaga keseimbangan nutrisi sekaligus menghindari rasa bosan.
Efektif di awal diet, tetapi tidak selalu jangka panjang
Penelitian ini berfokus pada fase awal diet selama 12 minggu, ketika motivasi biasanya masih tinggi.
Ahli menyebut pola makan sederhana paling efektif digunakan pada fase penurunan berat badan aktif.
Dalam jangka panjang, variasi tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan kenyamanan.
“Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua orang,” ujar Keri Gans, RDN.
Diet dengan variasi makanan yang lebih sedikit dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif pada fase awal.
Kunci utamanya adalah konsistensi dalam asupan kalori dan pola makan. Namun, pendekatan ini tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang