Perangi Obesitas, FDA Setujui Pil Pertama untuk Turunkan Berat Badan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi menyetujui penggunaan obat berbentuk pil yang diminum sekali sehari dari kategori GLP‑1 untuk membantu menurunkan berat badan berlebih dan menjaga berat badan ideal dalam jangka panjang.
Inovasi dari Novo Nordisk ini menjadi tonggak baru dalam penanganan obesitas secara medis karena menawarkan kemudahan konsumsi obat minum dengan efektivitas yang selama ini identik dengan terapi suntikan. Persetujuan ini memberi pilihan baru bagi pasien yang membutuhkan bantuan medis untuk obesitas, tetapi selama ini merasa kurang nyaman dengan penggunaan jarum suntik. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Berdasarkan data studi klinis global OASIS 4, penggunaan produk GLP‑1 Novo Nordisk untuk manajemen berat badan dalam bentuk pil menunjukkan hasil yang signifikan. Peserta studi rata‑rata berhasil menurunkan 16,6 persen dari berat badan awal mereka setelah penggunaan rutin selama sekitar satu tahun.
Satu dari tiga pasien bahkan mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20 persen, sebuah hasil yang memberikan perubahan nyata bagi kualitas hidup seseorang yang hidup dengan obesitas. Hasil ini menunjukkan bahwa obat oral dapat memberikan manfaat penurunan berat badan yang sebanding dengan versi suntikan mingguan yang sudah tersedia sebelumnya.
Selain membantu penurunan berat badan, terapi ini juga disetujui untuk mengurangi risiko masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan stroke, pada kelompok pasien tertentu.
Data klinis menunjukkan penurunan risiko hingga sekitar 20 persen pada pasien dengan penyakit jantung yang juga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Dengan demikian, pengelolaan obesitas melalui terapi GLP‑1 tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan jantung dan membantu seseorang untuk hidup lebih lama.
"Pil GLP-1 kini telah hadir. Dengan persetujuan untuk terapi GLP-1 oral sekali sehari dari Novo Nordisk, pasien memiliki pilihan pil yang praktis untuk mencapai penurunan berat badan yang setara dengan terapi suntikan," ujar Mike Doustdar, CEO Novo Nordisk, dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Januari 2026.
"Sebagai terapi GLP-1 oral pertama bagi orang yang hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas, inovasi ini memberikan pasien opsi baru yang lebih mudah untuk memulai atau melanjutkan perjalanan penurunan berat badan. Tidak ada terapi GLP-1 oral lain yang dapat menyamai efektivitas penurunan berat badan dari produk ini, dan kami sangat optimis tentang dampaknya bagi pasien," sambungnya.
Perkembangan inovasi medis ini menjadi perhatian penting mengingat tantangan obesitas yang juga dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Merujuk Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa telah mencapai 23,4 persen, yang berarti sekitar satu dari empat orang dewasa hidup dengan obesitas.
Masalah obesitas sentral atau perut buncit juga tercatat pada 36,8 persen penduduk usia di atas 15 tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Selain beban kesehatan, obesitas juga menimbulkan dampak ekonomi. Penelitian IPB tahun 2016 memperkirakan kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, jika memperhitungkan biaya pengobatan dan hilangnya produktivitas kerja.
Dari perspektif Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia, menegaskan bahwa terobosan ini merupakan bagian penting dari misi jangka panjang untuk mentransformasi penanganan obesitas.
"Di Indonesia, kita menghadapi lonjakan angka obesitas yang mengkhawatirkan, yang sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung. Bagi banyak orang dengan obesitas, perubahan gaya hidup saja tidaklah cukup, dan mereka berhak mendapatkan dukungan medis yang menyeluruh," ungkapnya.
"Pesatnya inovasi ilmiah, termasuk pengembangan berbagai bentuk terapi GLP-1, membuktikan bahwa dunia medis kini jauh lebih siap untuk menangani obesitas sebagai penyakit kronis yang serius. Hal ini mengubah narasi yang ada, dari yang semula hanya soal penampilan, menjadi tentang kesehatan dan kelangsungan hidup jangka panjang," tambahnya.
Sreerekha menegaskan bahwa untuk saat ini, fokus Novo Nordisk di Indonesia adalah bekerja bersama dokter, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan pemahaman bahwa obesitas adalah penyakit yang perlu ditangani secara serius.
"Kami saat ini sangat fokus pada edukasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan perluasan akses terhadap terapi yang sudah tersedia. Saat ini, terapi GLP‑1 dalam bentuk suntikan seminggu sekali sudah tersedia di Indonesia sebagai salah satu solusi medis bagi pasien," jelasnya.
Para ahli menegaskan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks, bukan sekadar akibat kurangnya niat atau kedisiplinan. Sistem hormon dalam tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang kerap berubah pada orang dengan obesitas, sehingga tubuh cenderung mempertahankan berat badan yang sudah tinggi. Produk GLP‑1 bekerja dengan meniru salah satu hormon alami tubuh yang memengaruhi pusat lapar di otak.
Dengan demikian, pasien dapat merasa kenyang lebih lama, mengurangi porsi makan, dan secara bertahap menurunkan berat badan dengan cara yang lebih terkontrol.
Meski pil GLP‑1 untuk manajemen berat badan ini dijadwalkan baru akan tersedia di pasar Amerika Serikat pada awal Januari 2026, perkembangan ini memberi gambaran arah masa depan terapi obesitas di tingkat global. Masyarakat diimbau untuk mulai melihat obesitas sebagai kondisi medis yang layak ditangani secara serius, bukan sekadar persoalan tampilan fisik.
Mereka yang merasa kesulitan menurunkan berat badan, memiliki perut buncit, atau telah didiagnosis dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penilaian menyeluruh dan rencana penanganan yang tepat.
Obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan adalah obat resep yang diberikan setelah konsultasi melalui tenaga kesehatan profesional dan digunakan sebagai tambahan terhadap pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik untuk membantu orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan mengelola berat badannya.
Obesitas sering kali disertai dengan kondisi lain seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, peningkatan lemak darah, penyakit jantung, dan nyeri sendi. Dalam berbagai studi klinis, terapi GLP-1 untuk pengelolaan berat badan terbukti dapat membantu banyak pasien mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan memperbaiki berbagai faktor risiko yang terkait dengan kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.