Menilik Kondisi Kesehatan dan Nutrisi Warga Terdampak Banjir di Aceh

Banjir merendam salah satu desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat
Banjir merendam salah satu desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat

 Banjir besar dan longsor yang melanda Aceh Tamiang, Langsa, dan Langkat sejak akhir November hingga Desember 2025 menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat rumah terendam dan akses jalan terputus. Di tengah kondisi tersebut, persoalan kesehatan dan pemenuhan nutrisi menjadi tantangan utama yang dihadapi warga terdampak, terutama kelompok rentan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Lingkungan pengungsian yang padat, keterbatasan air bersih, serta sanitasi yang belum optimal meningkatkan risiko penyebaran penyakit pascabencana. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui berada dalam posisi paling rentan karena kebutuhan gizi dan layanan kesehatan mereka tidak selalu dapat terpenuhi secara optimal. Kondisi fisik yang lelah dan tekanan psikologis turut berkontribusi terhadap menurunnya daya tahan tubuh warga.

Dalam situasi darurat seperti ini, asupan nutrisi menjadi faktor penting untuk menjaga imunitas. Anak-anak membutuhkan gizi seimbang agar tidak mengalami penurunan status gizi, sementara lansia berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri sendi, kelelahan, dan penurunan kekuatan tubuh. Ketersediaan makanan bergizi, suplemen, serta obat-obatan menjadi kebutuhan mendesak guna mencegah munculnya masalah kesehatan lanjutan.

Selain itu, pola makan warga di pengungsian kerap berubah. Keterbatasan bahan makanan segar membuat warga mengandalkan makanan siap saji yang belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jangka menengah, khususnya bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Sejumlah pihak menilai bahwa penanganan pascabencana perlu menempatkan kesehatan dan nutrisi sebagai bagian dari proses pemulihan, bukan sekadar pelengkap bantuan darurat. Dukungan berupa makanan bernutrisi, produk kesehatan, serta edukasi sederhana mengenai pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit di pengungsian.

Dalam konteks ini, PT Etos Kreatif Indonesia bersama Yayasan Amal Bunda turut menyalurkan bantuan kesehatan dan nutrisi melalui program Ethos Solidarity Movement. Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, produk kesehatan, dan obat-obatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan.

Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztyo, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan warga pascabencana menjadi hal krusial karena akses layanan kesehatan masih terbatas.

“Dalam situasi seperti ini, menjaga kesehatan menjadi sangat krusial, karena potensi daya tahan tubuh menurun serta akses layanan kesehatan yang masih terbatas,” ujar Lucky dalam keterangannya, dikutip Selasa 23 Desember 2025.

Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, menilai bahwa kolaborasi lintas pihak diperlukan agar bantuan kesehatan dan nutrisi dapat menjangkau warga secara merata.

“Pemenuhan gizi dan daya tahan tubuh menjadi fondasi penting agar warga mampu menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” ungkapnya.