Momen Menegangkan Guru di Aceh Seberangi Sungai Deras demi Mengajar di Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir

Momen ketegangan guru di Aceh Tengah Sebrangi Sungai demi Bisa Mengajar
Momen ketegangan guru di Aceh Tengah Sebrangi Sungai demi Bisa Mengajar

 Senin, 5 Januari 2026, menjadi hari pertama dimulainya kegiatan belajar mengajar. Jika sebagian siswa dan guru dapat memulai hari dengan penuh semangat, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dirasakan oleh para guru di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Melalui akun media sosial TikTok @rahmisasmitasari, seorang guru bernama Rahmi membagikan perjuangannya untuk bisa sampai ke sekolah usai akses jembatan terputus akibat  banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Demi tetap mengajar di hari pertama sekolah, Rahmi bersama seorang rekannya terpaksa menyeberangi derasnya aliran sungai.

Dalam video tersebut, Rahmi dan rekannya tampak menggunakan sling sederhana tanpa perlengkapan pengaman untuk menyeberang. Derasnya arus sungai membuat momen itu terasa menegangkan, bahkan ketakutan yang mereka rasakan ikut dirasakan oleh para pengguna media sosial yang menyaksikannya.

“Gapapa keh, ini kalau putus kek mana ya Allah,” kata dia.

Dia juga beberapa kali terlihat mengucapkan kalimat istighfar saat menyebrangi sungai tersebut.

“Astaghfirullah. Jalan di Tengah, Ya Allah. Ya Allah,” kata dia lebih lanjut.

Meski sempat terhenti beberapa saat di tengah sungai, perjuangan sejumlah warga dan tentara yang membantu mengantarkan para guru tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dengan penuh kehati-hatian, para guru berhasil menyeberangi sungai dan tiba dengan selamat, yang kemudian diakhiri dengan ucapan syukur dan perasaan lega.

“Alhamdulillah ya Allah. Beratkah kami ini? Ya Allah, terima kasih pak,” kata pemilik akun tersebut.

Perjuangan sejumlah guru dalam menunaikan kewajibannya mengajar anak-anak di sekolah mendapat apresiasi dari pengguna media sosial. Tidak sedikit juga pengguna media sosial meminta agar pihak keamanan bisa menyediakan alat pelampung untuk masyarakat yang hendak menyebrangi sungai tersebut.

“semangat pahlawan tanpa tanda jasa,” komentar netizen.

“seharusnya harus disediakan life jacket dan pelindung kepala agar factor keselamatan lebih tinggi lagi, hanya sekedar memberi saran,” komentar lainnya.

“Semoga Allah selalu memberikan keberkahan, keselamatan dalam bertugas,” doa lainnya.

“semoga Allah selalu melindungi kakak dan semua masyarakat kampung Bah, Ketol. Saya yang serem litany kak,” kata lainnya.

Video TikTok: https://www.tiktok.com/@rahmisasmitasari/vide...