BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Aceh 30-31 Desember, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Aceh 30-31 Desember, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat, Apa Prakiraan Cuaca Aceh Hingga Akhir Desember 2025?, Apa Faktor yang Memicu Hujan Lebat di Aceh?, Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat?, Mengapa Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan?

 Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Aceh hingga dua hari ke depan.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh yang menunjukkan adanya potensi hujan signifikan pada periode 29 hingga 31 Desember 2025.

Apa Prakiraan Cuaca Aceh Hingga Akhir Desember 2025?

Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Senin, menyampaikan bahwa hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai daerah di Aceh dalam beberapa hari ke depan.

"Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Maka, kita harapkan masyarakat untuk terus waspada," kata Murthalamuddin.

Ia menjelaskan, potensi hujan tersebut berdasarkan hasil analisis BMKG yang menunjukkan masih aktifnya sejumlah dinamika atmosfer di wilayah Aceh.

Apa Faktor yang Memicu Hujan Lebat di Aceh?

Menurut Murthalamuddin, berdasarkan analisis BMKG, wilayah Aceh saat ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Selain itu, terdapat belokan angin dan daerah konvergensi yang memperkuat proses pembentukan awan hujan.

Kondisi atmosfer tersebut diperparah oleh suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah Pesisir Barat Aceh. Suhu laut yang hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan yang lebih masif.

“Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat dalam durasi cukup lama,” ujarnya.

Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat?

Murthalamuddin menyebutkan, berdasarkan prakiraan BMKG, pada 30 Desember 2025 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain:

  • Aceh Barat
  • Nagan Raya
  • Pidie
  • Aceh Jaya
  • Aceh Besar
  • Gayo Lues
  • Aceh Singkil
  • Aceh Tenggara
  • Aceh Tengah
  • Aceh Barat Daya
  • Aceh Tamiang
  • Aceh Timur
  • Aceh Utara.

Sementara itu, pada 31 Desember 2025, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi:

  • Aceh Besar
  • Pidie
  • Pidie Jaya
  • Bireuen
  • Aceh Utara
  • Aceh Jaya
  • Aceh Barat
  • Nagan Raya
  • Aceh Barat Daya
  • Aceh Singkil
  • Aceh Selatan
  • Subulussalam
  • Aceh Timur
  • Aceh Tamiang
  • Aceh Tengah
  • Bener Meriah.

Mengapa Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan?

Dengan kondisi cuaca tersebut, Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi terus-menerus atau berdurasi panjang,” kata Murthalamuddin.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi dini. Apabila masyarakat melihat awan tebal berwarna gelap dan hujan mulai turun di daerah pegunungan, warga disarankan segera menjauhi lereng-lereng yang rawan longsor.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjauhi daerah aliran sungai, terutama saat hujan lebat berlangsung. Jika hujan disertai angin kencang dan petir, warga diminta segera mencari tempat yang aman.

Murthalamuddin menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pelaporan kejadian bencana.

"Kita harapkan juga kepada masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi banjir genangan, banjir bandang, atau tanda-tanda longsor di lingkungan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," demikian Murthalamuddin.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang