Pasca Banjir, RSUD Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Kembali dengan Layanan 24 Jam

banjir, RSUD Aceh Tamiang, Pasca Banjir, RSUD Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Kembali dengan Layanan 24 Jam

Setelah dilanda banjir bandang yang merusak, RSUD Aceh Tamiang mulai beroperasi kembali pada Sabtu (13/12/2025), meski kondisi di sekitar rumah sakit masih dipenuhi lumpur tebal dan genangan air. 

Sebelumnya, layanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah ini hanya beroperasi secara terbatas pada 9 dan 10 Desember 2025. 

Hingga akhir pekan, lumpur dan sisa-sisa banjir masih menghiasi area gedung, namun pemulihan terus berjalan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah terus bekerja keras melakukan pembersihan di area rumah sakit. 

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air dan mendorong lumpur yang menumpuk. 

Di tengah proses pemulihan, tenaga kesehatan bersama relawan dari berbagai organisasi profesi dan mahasiswa tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Untuk sementara, layanan kesehatan difokuskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa ruang di lantai dua rumah sakit.

Pelayanan Kesehatan Dibuka Secara Bertahap

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Rahmadsyah Putra, mengungkapkan bahwa pembukaan layanan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan layanan IGD.

"Kami mulai bertahap. Hari Selasa, kami buka layanan IGD. Jadi, yang pertama kali dibersihkan adalah ruang IGD," ujar Rahmadsyah saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu.

Selain IGD, berbagai layanan medis juga disediakan di area tersebut, termasuk pelayanan poli, laboratorium, dan rawat inap sementara.

"Untuk sementara, poli dan lab juga ada di sini, termasuk rawat inapnya," tambah Rahmadsyah. Pasien rawat inap yang ada saat banjir melanda sebelumnya dievakuasi ke lantai dua, dan kini sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

"Namun, ada satu pasien yang rumahnya rusak total dan kini statusnya menjadi pengungsi," kata Rahmadsyah.

Layanan Kesehatan 24 Jam Tetap Berjalan

RSUD Aceh Tamiang kini beroperasi penuh selama 24 jam meski layanan difokuskan di IGD. 

Selain itu, rumah sakit juga mulai mempersiapkan kembali ruang operasi. Dari empat ruang operasi yang ada, satu ruang telah dibersihkan dan siap digunakan, sementara ruang lainnya diperkirakan dapat berfungsi kembali dalam waktu dekat.

"Untuk ruang rawat inap, pembersihan masih dilakukan dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan komunitas lokal," ujar Rahmadsyah. 

Meskipun layanan kesehatan terpusat di IGD, Rahmadsyah memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan selama 24 jam penuh.

"Dokter umum standby 24 jam, dan beberapa relawan dokter spesialis juga ikut membantu," tambahnya.

Keluhan Kesehatan Pascabanjir: Gangguan Pernapasan Mendominasi

Pascabanjir, banyak pasien yang datang ke IGD RSUD Aceh Tamiang dengan keluhan kesehatan terkait gangguan saluran pernapasan.

"Keluhan paling banyak adalah ISPA, batuk, dan gangguan saluran pernapasan atas," kata Rahmadsyah. 

Rumah sakit tetap melayani pasien-pasien tersebut dengan penuh perhatian, mengingat kondisi cuaca dan polusi pascabanjir yang dapat memperburuk kesehatan warga.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan RSUD Aceh Tamiang Bangkit Usai Banjir: Layanan Kesehatan 24 Jam di Tengah Lumpur. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang