Update BNPB: Korban Meninggal akibat Banjir di Aceh Tembus 543 Jiwa, Terbanyak di Aceh Utara
Korban jiwa akibat banjir di Provinsi Aceh terus bertambah, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Aceh Utara dan disusul Aceh Tamiang.
Menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (6/1/2026), korban meninggal akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh mencapai 543 jiwa.
Informasi ini diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Selasa (6/1) pukul 17.00 WIB.
Berikut rincian jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Selasa):
- Aceh Utara: 229
- Aceh Tamiang: 101
- Aceh Timur: 57
- Bener Meriah: 31
- Bireuen: 40
- Pidie Jaya: 29
- Aceh Tengah: 24
- Aceh Tenggara: 13
- Gayo Lues: 5
- Langsa: 5
- Lhokseumawe: 5
- Subulussalam: 2
- Nagan Raya: 1
- Pidie: 1.
Sementara itu untuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Besar, dan Aceh Barat tidak ada data korban jiwa.
Jumlah korban hilang di Aceh 31 orang
Kemudian untuk data korban hilang di Aceh masih berjumlah 31 orang. Berikut rincian jumlah korban hilang berdasarkan kabupatennya:
- Aceh Utara: 6
- Bener Meriah: 14
- Bireuen: 3
- Aceh Tengah: 4
- Aceh Tenggara: 1
- Nagan Raya: 3.
BNPB juga mencatat jumlah pengungsi di Provinsi Aceh terus berkurang menjadi 217.280 jiwa per pagi hari ini.
Total, sampai dengan Selasa (6/1) hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.178 jiwa.
Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 147 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 242.174 jiwa.
Demikian informasi update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh per hari Selasa (6/1/2026) sore.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini