Bursa Asia Terbang! Sinyal Kuat Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dorong Reli Saham Teknologi
Pelaku pasar memperkirakan ada peluang sebesar 85 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poinpada bulan Desember 2025, menurut alat CME FedWatch. Probalilitas tersebut meningkat tajam dari pekan sebelumnya sebanyak 30 persen.
Saham teknologi global menunjukkan penguatan. Saham Advantest melonjak hingga 5 persen, saham konglomerasi teknologi Softbank melambung lebih dari 5 persen, dan saham Tokyo Electron meningkat 2,09 persen.
Emiten kecerdasan buatan, Oracle, naik lebih dari 4 persen pada penutupan semalam. Ini mendorong kenaikan rata-rata utama setelah Deutsche Bank menegaskan kembali sikap bullishnya terhadap perusahaan tersebut.
Ilustrasi sedang investasi
Para investor akan mencermati keputusan suku bunga Korea Selatan serta laporan laba industri Tiongkok selama 10 bulan pertama tahun ini. Suku bunga Korsel diperkirakan tetap tidak berubah di level 2,5 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional pada Kamis, 27 November 2025, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, menguat 1,42 persen terdorong reli saham teknologi. Indeks Topix naik 0,64 persen di awal jam perdagangan.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,05 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil naik 0,39 persen.
Indeks acuan Australia, ASX/S&P 200, melambung 0,42 persen. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka datar di level 25.924.
Ketiga indeks utama di Wall Street menunjukkan hasil positif pada penutupan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 314,67 poin atau 0,67 persen menjadi 47.427,12.
Indeks S&P 500 meningkat 0,69 perswn ke level 6.812,61. Nasdaq Composite melonjak 0,82 persen dan ditutup pada level 23.214,69.