Bursa Asia Kompak Merosot Seiring Tekanan Saham Teknologi Masih Berlanjut
Sektor teknologi menyeret indeks acuan Jepang, Nikkei 225, ke zona merah di awal perdagangan. Koreksi dipimpin oleh produsen peralatan pengujian semikonduktor, Advantest , yang turun lebih dari 4 persen dan perusahaan semikonduktor, Renesas, kehilangan hampir 5 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,36 persen. Begitu juga, indeks Topix menyusut 0,26 persen saat pembukaan bursa.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,67 persen dan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil anjlok 1,02 persen. Saham-saham uggulan di bursa Korea Selatan, seperi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 2,25 persen dan 2,46 persen.
Ilustrasi trading saham
Di Australia, indeks ASX/S&P 200 naik tipis 0,11 persen. Sementara itu, kontrak berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong menguat ke level 26.033 dari 25.930,03.
Indeks S&P 500 melemah 0,83 persen menjadi 6.617,32. Ini merupakan sesi penurunan keempat berturut-turut sekaligus penurunan terpanjang sejak Agustus 2025.
Nasdaq Composite menyusut 1,21 persen ke level 22.432,85. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 498,50 poin atau 1,07 persen dan ditutup pada level 46.091,74.