Tak Pasang Target Medali, PB Akuatik Jadikan Kejuaraan Asia di Bali Ajang Asah Jam Terbang Atlet

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin Rahardjo
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin Rahardjo

 Pengurus Besar Akuatik Indonesia memanfaatkan ajang 12th Asian Open Water Swimming Championship (OWS) 2026 di Bali sebagai sarana meningkatkan pengalaman bertanding atlet nasional di level internasional. 

Kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia tersebut berlangsung di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, pada 13-15 Juni 2026 dan diikuti 78 atlet dari 18 negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin Rahardjo mengatakan pihaknya sengaja menurunkan atlet-atlet nasional pada kejuaraan tersebut agar lebih terbiasa menghadapi persaingan internasional. Menurut dia, pengalaman bertanding menjadi aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas atlet renang perairan terbuka Indonesia.

"Jadi kami memberikan pengalaman di kejuaraan Asia," kata Harlin, Jumat, 12 Juni 2026.

Indonesia mengirimkan enam atlet yang terdiri atas empat perenang putra dan dua putri, yakni Made Nadya, Andy Fauzan, Alexander Adrian, Akbar, Sang Arka, dan Izzy Dwi Faiva. Keenam atlet tersebut akan tampil pada nomor 5 kilometer, 10 kilometer, serta estafet 4x1.500 meter yang dipertandingkan di perairan Jimbaran Bay.

Harlin menegaskan PB Akuatik tidak membebani para atlet dengan target perolehan medali. Fokus utama organisasi saat ini adalah meningkatkan kualitas atlet sekaligus menambah pengalaman bertanding di ajang internasional.

Menurutnya, prestasi renang perairan terbuka Indonesia masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kejuaraan tingkat Asia menjadi momentum penting untuk membiasakan atlet menghadapi atmosfer kompetisi besar sekaligus mempercepat proses regenerasi.

"Prestasi open water kita memang masih perlu ditingkatkan. Karena itu kejuaraan seperti ini menjadi pemicu agar atlet Indonesia terbiasa dengan atmosfer pertandingan besar dan mempercepat regenerasi," ujarnya.

Enam atlet yang diturunkan Indonesia sebelumnya juga tampil pada SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand. Namun, saat itu mereka belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih.

Harlin menilai kejuaraan di Bali menjadi kesempatan berharga karena jumlah kompetisi renang perairan terbuka yang tersedia masih relatif terbatas. Sebagai tuan rumah, ia berharap para atlet Indonesia dapat tampil lebih percaya diri saat bersaing dengan perenang dari negara lain.

Selain menggelar kejuaraan elite Asia, PB Akuatik Indonesia juga menyelenggarakan A.Stream Open Water Swimming Series Bali 2026 yang diikuti sekitar 300 perenang dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari bibit atlet baru sekaligus mempromosikan olahraga renang perairan terbuka kepada masyarakat.

Harlin menilai Bali memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan renang perairan terbuka di Indonesia, khususnya kawasan timur. Menurutnya, potensi atlet open water swimming tersebar di berbagai daerah dan Bali dapat menjadi model pembinaan yang efektif.

"Melalui A.Stream, kami ingin membuat kendaraan untuk mempromosikan open water swimming, mencari bibit unggul, sekaligus mendukung sport tourism Indonesia," kata Harlin.

Rangkaian A.Stream Open Water Swimming Series selanjutnya direncanakan berlangsung di Belitung dan Lombok.

Sementara itu, Ketua Panitia 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A.Stream Open Water Swimming Series, Kiki Taher, mengatakan penyelenggaraan kedua ajang tersebut mempertemukan atlet elite Asia dengan komunitas perenang dari berbagai latar belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, kejuaraan tersebut memberikan kesempatan bagi perenang rekreasional, pemula, maupun penggemar olahraga renang untuk merasakan pengalaman berenang di perairan terbuka. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong gaya hidup sehat serta mendukung sektor pariwisata.

General Manager InterContinental Bali Resort Bruno Cristol menyatakan kebanggaannya karena kawasan Jimbaran dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia berharap para atlet dan pengunjung tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menikmati budaya serta keindahan alam Bali yang menjadi daya tarik wisata daerah tersebut.