Rupiah Melemah di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed di Desember 2025

Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.666 per Senin, 10 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 38 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.704 pada perdagangan Jumat, 7 November 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 11 November 2025 hingga pukul 09.14 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.701 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 47 poin atau 0,28 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.654 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Spekulasi masih berkelanjutan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Desember 2025, terutama setelah serangkaian data sektor swasta yang lemah di pasar tenaga kerja minggu lalu.

Data pekerjaan Challenger menunjukkan bahwa AS mengalami gelombang PHK terburuk dalam sekitar 20 tahun pada bulan Oktober 2025. Data tersebut meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk mencegah pelemahan pasar tenaga kerja lebih lanjut.

Para pedagang memperkirakan peluang sebesar 61,9 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember 2025, menurut CME Fedwatch.

Sentimen pasar juga terbantu oleh pemungutan suara Senat untuk melanjutkan RUU pendanaan, yang diharapkan akan mengakhiri penutupan pemerintah AS terlama yang pernah ada. Senat telah memberikan suara 60-40 untuk mempertimbangkan RUU belanja tersebut, dan akan mengadakan pemungutan suara terakhir dalam beberapa hari mendatang.

RUU ini menandai berakhirnya filibuster yang dilakukan Partai Demokrat di Senat, yang sebagian besar menjadi penyebab penutupan pemerintah yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berakhirnya penutupan pemerintah juga diperkirakan akan membuka pintu bagi rilis data ekonomi AS lainnya dalam beberapa hari mendatang.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.600 - Rp 16.660," ujarnya.