Curacao Siap Jadi "Menyebalkan" di Piala Dunia 2026, Tantang Italia dan Gattuso
Pelatih tim nasional Curacao, Dick Advocaat, menyatakan keinginannya untuk bertemu tim sekelas Italia di Piala Dunia 2026.
Komentar tersebut disampaikan Advocaat saat membahas peluang timnya di turnamen bergengsi tersebut.
Curacao berhasil melaju ke Piala Dunia sebagai debutan setelah sukses dalam kualifikasi Zona CONCACAF.
Meski Curacao dianggap tidak memiliki kualitas yang mumpuni, Advocaat optimistis bahwa timnya tidak akan menyerah begitu saja.
Ketika ditanya apakah dirinya cemas timnya akan kalah telak saat menghadapi tim kuat seperti Brasil, Advocaat menjawab, "Tidak, tidak sama sekali."
"Kami adalah tim yang sangat menyebalkan untuk dihadapi, sama seperti Fortuna (Sittard) atau Go Ahead (Eagles) di Liga Belanda," tambahnya.
Dia mengakui bahwa Curacao asuhannya mungkin tidak terlihat seperti tim elite dunia. Tetapi Advocaat percaya bahwa mereka bisa menjadi lawan yang menyulitkan.
Advocaat juga menyatakan ketertarikan untuk bertemu Italia arahan Gennaro Gattuso.
"Anda pasti akan kalah melawan Brasil," ujarnya dikutip dari Voetbal International.
"Tapi saya juga ingin bermain melawan Italia, dengan semua pembicaraan itu. Dan terutama melawan Gattuso," ucap Advocaat.
Gattuso sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya mengenai sistem kualifikasi yang lebih sulit untuk tim-tim Eropa, meskipun mereka tampil baik selama kualifikasi.
Ucapan itu seperti mengerdilkan upaya tim-tim di luar zona Eropa yang telah lebih dulu meraih kelolosan ke Piala Dunia 2026.
"Kami telah menang enam kali dan masih harus mengikuti babak playoff," ungkap Gattuso menjelang pertandingan terakhir kualifikasi melawan Norwegia.
Dick Advocaat saat masih melatih Timnas Irak memberikan instruksi kepada pemain dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Irak vs Korea Selatan, di Stadion Thani Bin Jassim di ibu kota Qatar Doha, pada 16 November 2021. (Foto oleh KARIM JAAFAR / AFP)
Advocaat Ingin Unjuk Gigi bersama Curacao
Advocaat merasa terinspirasi untuk membuktikan bahwa pandangan Gattuso mengenai tim di zona lain itu tidak tepat.
"Kami bisa membangun organisasi dengan orang-orang yang tidak menyerah," tegas Advocaat.
"Kami memiliki semangat juang, dan itulah keindahannya," ucap Advocaat yang merupakan mentor sekaligus pernah melatih Patrick Kluivert, eks juru taktik Timnas Indonesia.
"Kami memiliki semangat juang, dan itulah keindahannya."
"Anda harus ingat bahwa kami memulai dengan tujuh pemain yang kami yakini memiliki itu, dan tim harus merekrut sisanya belakangan," ujar pelatih timnas Belanda di Piala Dunia 1994 tersebut.
Sementara Curacao sudah bersiap-siap untuk Piala Dunia 2026, Italia masih harus berjuang dalam dua pertandingan penentu di babak playoff zona Eropa.
Di bulan Maret tahun depan, Gli Azzurri akan berhadapan dengan Irlandia Utara di semifinal, dan jika berhasil lolos, mereka akan menghadapi pemenang antara Wales vs Bosnia-Herzegovina di final.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.