Ganas! Moriyasu Ultimatum Timnas Jepang, Samurai Biru Bersiap Guncang Piala Dunia 2026

Shin Tae-yong dan Hajime Moriyasu
Shin Tae-yong dan Hajime Moriyasu

 Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, tak mau anak asuhnya terlena meski baru saja menghajar Bolivia 3-0.

Seusai laga yang sekaligus menjadi pertandingan ke-100 sepanjang kariernya bersama Samurai Biru, Moriyasu menegaskan satu hal: Jepang harus naik level kalau ingin benar-benar bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia 2026.

Moriyasu melihat perkembangan positif dari perubahan komposisi pemain dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, ekspresi ofensif dan defensif Jepang semakin matang. Namun, ia menilai itu belum cukup untuk bersaing dengan tim-tim elite dunia.

“Meski komposisi tim berubah pada September, Oktober, dan November, kualitas permainan meningkat. Tapi untuk memenangkan Piala Dunia, saya ingin setiap pemain meningkatkan level individu mereka,” kata Moriyasu.

Ia menegaskan lawan-lawan Jepang di Piala Dunia akan selalu menganalisis taktik mereka. Karena itu, staf pelatih juga harus bekerja lebih keras agar Jepang punya gaya bermain yang sulit dipecahkan.

Moriyasu pertama kali dipercaya memimpin Jepang usai Piala Dunia 2018. Dalam tujuh tahun terakhir, ia membawa Samurai Biru tampil di Piala Asia 2019, Piala Dunia 2022, Piala Asia 2023, dan kini bersiap menuju Piala Dunia 2026.

Meski belum pernah meraih gelar, Jepang mengalami lompatan besar di bawah Moriyasu. Dari peringkat 55 dunia saat ia datang, kini Jepang melesat ke posisi 19 dan mulai dianggap sebagai kekuatan baru sepak bola dunia.

“Ini laga ke-100 saya, tapi saya tidak mencapainya sendiri. Semua pemain dan staf bersatu menghadapi setiap pertandingan,” ujar Moriyasu.

Kapten Jepang, Wataru Endo, ikut bangga bisa mengakhiri laga spesial sang pelatih dengan kemenangan manis. Gelandang Liverpool itu menyebut Jepang memang sedang dalam tren positif, termasuk kemenangan bergengsi 3-2 atas Brasil.

Namun Endo menegaskan perjalanan belum selesai. Ia meminta seluruh pemain kembali ke klub masing-masing dengan motivasi tinggi sebelum berkumpul lagi pada agenda internasional Maret mendatang.

“Saya ingin semua kembali bekerja keras agar kami bisa bertemu lagi pada Maret dengan wajah bahagia,” ujar Endo.

Setelah jeda internasional Maret, seluruh kontestan Piala Dunia hanya punya satu kesempatan lagi untuk menggelar pertandingan resmi, yakni pada 1–9 Juni.

Itulah momen terakhir bagi Moriyasu untuk mematangkan skuad sebelum terjun di Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni.

Dengan waktu yang semakin mepet, Moriyasu menuntut para pemain Samurai Biru tidak hanya mengandalkan kekompakan. Individu harus lebih tajam, lebih kuat, dan lebih siap, agar Jepang bukan sekadar peserta, tapi penantang serius dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.