Trump dan Zohran Mamdani Siap Bertemu di Gedung Putih, Tanda Perseteruan Berakhir?
Presiden Donald Trump dan Wali Kota Terpilih New York City Zohran Mamdani akhirnya dijadwalkan bertemu langsung. Pertemuan ini direncanakan berlangsung di Washington pada hari Jumat mendatang.
Kabar ini menjadi sorotan, karena pertemuan tersebut mengumpulkan dua tokoh dengan pandangan politik yang sangat bertolak belakang.
Trump mengumumkan rencana tersebut pada Rabu malam, 19 November 2025, melalui media sosial. Ia menyampaikan bahwa pertemuan akan digelar di Kantor Oval di Gedung Putih. Meski selama ini keduanya sering terlibat friksi, pertemuan ini dianggap sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan.
Dalam unggahannya, Trump menyebut Mamdani dengan nama lengkapnya dan menuliskan nama tengahnya, Kwame, dalam tanda kutip. Trump menyatakan bahwa Mamdani meminta pertemuan tersebut dan menambahkan kalimat “rincian selanjutnya akan menyusul” sebagai penanda bahwa agenda pertemuan masih berkembang.
Zohran Mamdani, terpilih sebagai Wali Kota New York
Dora Pekec selaku juru bicara Mamdani menjelaskan bahwa pertemuan antara wali kota baru dan presiden adalah sesuatu yang dianggap lazim. Ia menyampaikan bahwa Mamdani akan membahas tiga isu prioritas yaitu keamanan publik, keamanan ekonomi dan agenda keterjangkauan yang didukung oleh lebih dari satu juta warga New York hanya dua minggu lalu.
Sebagaimana diketahui, selama masa kampanye, Trump berulang kali menyerang Mamdani. Ia sampai melabelinya secara tidak benar sebagai seorang “komunis” dan memprediksi bahwa kota New York akan hancur bila Mamdani terpilih sebagai pemimpin.
Trump juga pernah mengancam untuk mendeportasi Mamdani yang lahir di Uganda dan menjadi warga negara Amerika Serikat pada 2018. Selain itu, Trump menyatakan kemungkinan menarik dana federal dari kota New York bila Mamdani menjabat.
Namun keadaan berubah setelah pemilu November. Partai Republik mengalami kekalahan signifikan di Georgia, New Jersey, Pennsylvania dan Virginia. Sejak itu, Trump semakin sering menyinggung isu keterjangkauan yang sebelumnya menjadi fokus kampanye Partai Demokrat di berbagai negara bagian termasuk kampanye Mamdani.
Dalam sebuah unggahan setelah pemilu, Trump bahkan menyatakan bahwa Partai Republik adalah “Partai Keterjangkauan” seraya menegaskan bahwa menurutnya perekonomian Amerika Serikat berada dalam kondisi terbaik.
Pada Minggu malam, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia memang berencana bertemu Mamdani. “Kami akan mencari solusi,” ujannya sebagaimana dikutip dari AP News, Kamis, 20 November 2025.
Keesokan harinya, Mamdani yang akan resmi menjabat pada Januari mengungkapkan bahwa ia juga berharap pertemuan tersebut dapat terlaksana. Ia membenarkan bahwa timnya telah menghubungi Gedung Putih untuk menyiapkan agenda pertemuan.
Dalam pidato kemenangannya beberapa minggu lalu, Mamdani menyampaikan bahwa ia ingin New York menunjukkan kepada negara bagaimana menghadapi presiden. Ia mengatakan bahwa kota tersebut dapat menjadi contoh dalam memperjuangkan arah kebijakan yang berbeda.
Mamdani yang sebelumnya adalah legislator negara bagian dari Queens menegaskan bahwa kemenangan itu merupakan kesempatan untuk menghadirkan perubahan. Meski begitu, Mamdani juga menekankan bahwa ia siap bekerja sama dengan siapa saja termasuk presiden selama hal itu memberikan manfaat bagi warga New York.