Mustahil Tapi Nyata, Haiti Lolos ke Piala Dunia meski Pelatih Tak Pernah Datang ke Negaranya
Timnas Haiti membuat kejutan besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF. Mereka memastikan tiket ke putaran final usai menggasak Nikaragua 2-0, Selasa lalu. Hasil itu membuat Haiti menutup enam laga dengan 11 poin, unggul atas Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua.
Yang bikin cerita ini makin menarik, Haiti lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 dengan pelatih yang bahkan belum pernah menjejakkan kaki di negara yang ia tangani.
Adalah Sebastien Migne, pria 52 tahun yang mengambil alih kursi pelatih pada Maret 2024. Ia bukan nama baru di sepakbola Afrika dan CONCACAF, pernah menangani Kongo, Togo, Kenya, dan Guinea Khatulistiwa. Namun justru bersama Haiti, Migne mencatat pencapaian terbesar dalam kariernya.
Di Grup C Kualifikasi CONCACAF, Haiti tampil konsisten dengan catatan 3 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kekalahan. Honduras yang di atas kertas lebih kuat harus puas mengincar tiket melalui jalur play-off.
Namun di balik sukses besar itu, Haiti sejatinya tak bisa bermain di kandang sendiri. Situasi keamanan yang memburuk pasca-gempa dahsyat 2010 membuat pertandingan dipindah ke Curaçao, sekitar 800 kilometer dari Port-au-Prince.
Kondisi Haiti saat ini memang tidak memungkinkan untuk dikunjungi. Konflik bersenjata dan aksi gang kriminal membuat lebih dari 1,3 juta orang mengungsi.
“Tidak mungkin saya datang ke sana karena terlalu berbahaya,” ujar Migne kepada France Football.
“Saya biasanya tinggal di negara tempat saya bekerja, tapi kali ini tidak bisa. Tidak ada lagi penerbangan internasional yang mendarat di Haiti.”
Migne bahkan membangun timnya secara jarak jauh. Ia mengaku mengandalkan telepon dan komunikasi intens dengan federasi untuk memantau pemain lokal. Meski dengan segala keterbatasan, Haiti tetap tampil spartan dan berhasil merebut tiket ke turnamen empat tahunan itu.
Di skuad Haiti sendiri terdapat beberapa pemain yang berkarier di Eropa. Yang paling menonjol adalah gelandang Wolverhampton Wanderers, Jean-Ricner Bellegarde. Mereka juga berpeluang diperkuat Wilson Isidor dari Sunderland, yang masih membuka opsi membela negara asal orang tuanya.
“Piala Dunia adalah mimpi. Saya punya dua pilihan: Prancis dan Haiti. Haiti sudah menghubungi saya, tapi saya belum mengambil keputusan,” ujar Isidor kepada L’Equipe.