Pilih Pecat Patrick Kluivert, Negara dengan Penduduk Kurang dari 200 Ribu Ini Bangkit Lolos Kualifikasi Piala Dunia

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

 Negara kecil dengan populasi tak sampai 200 ribu jiwa itu akhirnya membuat sejarah besar dalam dunia sepakbola. Curacao memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 usai menahan imbang Jamaika 0-0 pada laga terakhir Kualifikasi Zona Concacaf di Independence Park Stadium, Jamaika. Hasil tersebut mengunci posisi mereka di puncak klasemen Grup B dengan 12 poin dan memastikan lolos otomatis ke putaran final untuk pertama kalinya.

Sejak menit awal, laga berlangsung sangat ketat. Jamaika yang butuh kemenangan tampil agresif melalui aksi Greg Leigh dan Demarai Gray. Sementara Curacao mengandalkan kreativitas Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna untuk membangun serangan.

Curacao nyaris unggul pada menit ke-15 lewat tembakan jarak jauh Leandro Bacuna, namun kiper Jamaika Andre Blake melakukan penyelamatan gemilang. Tujuh menit berselang, Locadia juga menciptakan peluang emas sebelum kembali dimentahkan Blake.

Jamaika membalas pada menit ke-55. Greg Leigh mendapat peluang terbaik lewat sundulan keras setelah menerima umpan lambung, namun kiper Eloy Room tampil sigap melakukan penyelamatan pertamanya.

Timnas Curacao

Gol Curacao sempat tercipta pada menit ke-71 melalui Jeremy Antonisse, tapi dianulir karena offside. Ketegangan meningkat di 10 menit akhir laga, termasuk kartu kuning untuk Jon Russell dan Antonisse akibat perselisihan.

Momen paling dramatis terjadi pada menit 86 ketika sundulan Bailey Cadamarteri mengenai tiang gawang Curacao. Sesaat setelah itu, Russell melakukan pelanggaran keras terhadap Locadia hingga menerima kartu kuning kedua yang membuat Jamaika bermain dengan 10 pemain.

Insiden terbesar muncul pada menit 90+5. Jamaika sempat mendapat penalti setelah Dujuan Richards dijatuhkan Antonisse, namun setelah melalui pemeriksaan VAR, wasit membatalkannya dan hanya memberikan tendangan sudut. Hingga peluit panjang menit 90+10, kedudukan tetap 0-0 dan Curacao memastikan sejarah besar mereka.

Dengan hasil ini, Curacao menyelesaikan Grup B dengan tiga kemenangan dan tiga kali imbang tanpa kekalahan. Sebuah capaian luar biasa bagi negara yang total populasinya lebih kecil dari sebagian kecamatan di Indonesia.

Kebangkitan Curacao Setelah Memecat Patrick Kluivert

Curacao pernah dilatih mantan bintang Belanda dan eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Namun dua periode kepemimpinannya gagal mengantar mereka lolos ke Piala Dunia.

Kluivert menangani Curacao pada 2015–2016. Mereka memainkan delapan laga dan kalah tiga kali, termasuk kekalahan 0-1 melawan El Salvador pada Kualifikasi Piala Dunia 2018. Meski hasil yang didapat tidak terlalu baik, Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) sempat menawarkan perpanjangan kontrak. Kluivert menolak lantaran memilih kembali ke Eropa.

Pada 2020, Curacao menunjuk Guus Hiddink, namun pelatih senior itu batal debut karena terinfeksi COVID-19. Ketika Hiddink masih menjalani pemulihan, FFK kembali menunjuk Kluivert sebagai caretaker.

Di periode keduanya, Kluivert memimpin enam pertandingan termasuk fase Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka kembali gagal lolos setelah tersingkir di ronde kedua oleh Panama dengan agregat 1-2. Setelah kegagalan tersebut, Kluivert diberhentikan. Curacao kemudian memasuki periode sulit dan sempat bergonta-ganti pelatih sebanyak tiga kali.

Era Dick Advocaat dan Lahirnya Tim yang Tak Terkalahkan

Situasi mulai berubah ketika FFK menunjuk mantan pelatih Timnas Belanda, Dick Advocaat, pada Januari 2024. Di bawah pelatih kawakan ini, Curacao tampil jauh lebih stabil, disiplin, dan efektif.

Sejak menukangi Curacao, Advocaat telah memimpin 18 laga dengan 11 kemenangan di antaranya. Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Concacaf, Curacao bahkan tidak tersentuh kekalahan. Mereka menutup fase grup dengan tiga kemenangan dan tiga imbang.

Performa solid inilah yang membawa negara kecil tersebut menciptakan sejarah besar. Curacao akhirnya tampil di putaran final Piala Dunia untuk kali pertama sejak mereka berdiri sebagai negara otonom di Kerajaan Belanda.