Rekap 16 Besar Piala Dunia U-17 2025: Drama Adu Penalti Brasil Vs Prancis, Austria Bantai Inggris

Timnas Brasil U-17
Timnas Brasil U-17

 Babak 16 besar turnamen Piala Dunia U 17 2025 di Qatar menghadirkan delapan pertandingan penuh drama dan kejutan yang memperlihatkan bahwa di level muda, tekanan besar dan momen krusial bisa jadi pembeda. Tim‐tim besar seperti Brasil, Jepang, Austria, Portugal, Italia dan lainnya all‐in untuk melaju ke perempat final.

Pertandingan pertama yang menyita perhatian adalah antara Italia U‑17 melawan Uzbekistan U‑17. Italia mengunci tiket perempat final setelah memenangkan pertandingan tipis 3-2. T

homas Campaniello membuka keunggulan bagi Italia menit ke-19, sebelum Uzbekistan lewat Muradov membalas pada menit ke-56. Italia kembali unggul lewat Campaniello dan kemudian Iddrisa, namun di masa injury-time Uzbek mencetak gol. Namun keunggulan Italia bertahan hingga bubaran.

Kemudian giliran Burkina Faso U‑17 yang mengukir kemenangan dramatis atas debutan Uganda U‑17 lewat adu penalti (5-3) setelah bermain imbang 1-1. Uganda sempat unggul lewat Nkoola menit ke-56, namun Bagayoko bagi Burkina Faso menyamakan menit ke-77. Adu penalti pun jadi penentu.

Sementara itu, Portugal U‑17 melaju dengan gemilang dengan membungkam Mexico U‑17 5-0. Portugal membuka gol dari penalti Rafael Quintas menit ke-15, kemudian Cabral, Zeega, Figueiredo dan Pereira menambah gol di babak kedua. Mexico bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain setelah pengusiran Jose Navarro.

Di laga berikutnya, Timnas Brasil U‑17 dan Timnas Prancis U‑17 saling berhadapan dan drama pun terjadi. Prancis unggul lebih dulu lewat Himbert menit ke-33, tetapi Brasil menyamakan di menit ke-89 lewat Tavares. Pada akhirnya Brasil memenangkan adu penalti 4-3 dan melangkah ke babak berikutnya.

Tak kalah menarik, Swiss U‑17 vs Republik Irlandia U‑17 menghasilkan kemenangan Swiss 3-1. Adrien Llukes mencetak gol pembuka menit ke-57, diikuti oleh Sandro Wyss dan Mijajlovic. Irlandia hanya bisa membalas lewat Leonard menit ke-82.

Pertandingan antara Korea Utara U‑17 dan Jepang U‑17 yang berakhir 1-1 dan harus ditentukan lewat adu penalti — Jepang sukses 5-4 dan lolos ke perempat final untuk menghadapi Austria. Jepang unggul cepat lewat McGhee menit ke-6, Korut menyamakan lewat Hyok-gwang menit ke-67, dan kemudian Jepang menang di adu penalti.

Sementara itu, Timnas Austria U‑17 membantai tIMNAS Inggris U‑17 dengan skor 4-0. Deshishku membuka menit ke-47, kemudian Moser dari penalti menit ke-70 dan kembali menit ke-79, serta Ndukwe menit ke-86 melengkapi pesta gol Austria. Inggris sempat mendapat kartu merah melalui Gomes Rodriguez, yang membuat mereka bermain dengan 10 orang.

Terakhir dari gelaran babak ini, Maroko U‑17 berhasil menyingkirkan Mali U‑17 3-2 dalam pertandingan sengit. Baha membuka gol menit ke-29, El Aoud menambah menit ke-45+11 dan ke-66, sementara Mali sempat memperkecil lewat penalti Bomba menit ke-45+6 dan gol Berthe menit ke-90+4, namun tak cukup untuk membalikkan hasil.

Dengan hasil‐hasil tersebut, maka delapan tim yang melaju ke babak perempat final adalah: Austria, Jepang, Italia, Burkina Faso, Portugal, Swiss, Maroko, dan Brasil. Hasil ini memperlihatkan bahwa di level U-17 bukan hanya soal talenta, tetapi mental, kesiapan momen, kedisiplinan dan eksekusi yang menentukan.

Untuk pembinaan di Tanah Air, berbagai pelajaran bisa diambil: bagaimana tim‐tim seperti Portugal dan Austria memanfaatkan momentum, bagaimana Brasil dan Jepang sukses melalui adu penalti, dan bagaimana tim dari Afrika seperti Burkina Faso juga menunjukkan kualitas dan karakter. Sistem pembinaan di Indonesia harus mampu menyiapkan pemain muda tak hanya secara teknis, tetapi juga fisik, mental dan taktis agar bisa bersaing dalam momen‐momen kritis seperti ini.