Banjir Terjang Asahan Sumut, Tujuh Kecamatan Terdampak dan 453 Warga Mengungsi
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan bahwa sebanyak 453 jiwa harus mengungsi akibat banjir yang melanda Kabupaten Asahan. Data sementara ini diterima di Medan pada Sabtu (29/11/2025).
Banjir yang terjadi setelah hujan deras pada Kamis (27/11/2025) itu menenggelamkan sejumlah wilayah dan berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Sei Dadap, Rawang Pancar Arga, Air Jorman, Kota Kisaran Timur, Kota Kisaran Barat, Setia Janji, dan Tinggi Raja.
Dari seluruh wilayah tersebut, Kecamatan Kota Kisaran Timur menjadi daerah dengan jumlah terdampak terbesar, yakni 1.368 jiwa dari 456 kepala keluarga. Sementara itu, di Rawang Pancar Arga tercatat 140 kepala keluarga terdampak, dan di Sei Dadap terdapat 47 kepala keluarga atau sekitar 147 jiwa yang merasakan imbas banjir.
Bencana alam landa Sumatera Utara (Sumut)
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan bahwa data tersebut masih bersifat awal dari laporan Pusdalops PB. Ia menegaskan, berbagai langkah penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait.
“Berdasarkan laporan, kondisi terkini, air di beberapa kecamatan sudah mulai surut,” ujarnya di Medan, Sabtu (29/11/2025).
Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh Siklon Tropis Senyar. Fenomena ini berasal dari Bibit Siklon Tropis 95B yang mulai berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
“Dampaknya dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari,” katanya.
Siklon Tropis Senyar juga meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang. Kondisi ini diperparah oleh kelembapan udara yang sangat tinggi sehingga mendukung terjadinya hujan intensitas lebat di sejumlah wilayah Sumut.