Sempat Ditutup Akibat Longsor, ESDM Izinkan Tambang Freeport Kembali Beroperasi

Tambang terbuka Grasberg yang sudah digali PT Freeport Indonesia. Kini operasional Freeport fokus ke tambang bawah tanah.
Tambang terbuka Grasberg yang sudah digali PT Freeport Indonesia. Kini operasional Freeport fokus ke tambang bawah tanah.

Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara alias Minerba, Tri Winarno mengatakan, pihaknya telah menyetujui pengajuan PT Freeport Indonesia (PTFI) soal pengoperasian kembali tambangnya.

Dimana, operasional sejumlah tambang PTFI sebelumnya memang sempat ditutup, sebagai imbas dari kejadian longsor yang terjadi di tambang bawah tanah (underground) Grasberg pada 8 September 2025 lalu.

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa izin operasional kepada PTFI tersebut hanya diberikan terhadap dua blok tambang, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.

"Sudah (diberikan izin untuk tambang) yang DMLZ dan Big Gossan," kata Tri di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 November 2025.

Tim penyelamat pekerja yang terjebak di area tambang PT Freeport Indonesia

Namun, Tri mengakui bahwa sampai saat ini, PTFI masih belum melakukan produksi di kedua blok tambang yang sudah kembali diizinkan beroperasi oleh pihaknya tersebut.

Sebab menurutnya, produksi di kedua tambang yang telah diizinkan untuk kembali beroperasi itu memang tidak terlalu signifikan.

"Dia (produksinya) cuma 600 ribu (ton) per tahun kira-kira, jadi enggak banyak," ujarnya.

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Diketahui, sebelumnya Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku, pihaknya belum memberikan izin kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk kembali mengoperasikan area tambang bawah tanah (underground) di kawasan Grasberg, yang tidak terdampak longsor.

Sebab, sejak kejadian longsor pada September 2025 lalu, produksi tambang bawah tanah (underground) di area Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih belum beroperasi hingga saat ini.

Namun, penghentian operasional serupa juga dialami oleh tambang bawah tanah lainnya, yakni Deep Mill Level Zone dan Big Gossan, meskipun keduanya tidak mengalami longsor atau terdampak sedikitpun akibat kejadian tersebut.

"Jadi ada bagian (tambang) yang memang tidak ada kaitannya dengan musibah (longsor), nah ini yang lagi di-exercise untuk bagaimana bisa kita produksi," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 10 November 2025.