Banjir Terjang Kabupaten Tangerang, 1.000 Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Sekitar 1.000 jiwa warga di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah wilayah tersebut dilanda banjir akibat cuaca ekstrem sejak Minggu, 11 Januari 2026
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara, sekitar 1.000 jiwa telah dievakuasi dari kawasan terdampak genangan banjir.
"Evakuasi sementara yang dapat kami update sekitar 1.000 orang," ujarnya di Tangerang, Selasa (13/1/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material. Ratusan rumah warga serta ratusan hektare lahan persawahan dilaporkan terendam air.
Sejumlah warga Kabupaten Tangerang mengungsi akibat banjir
Menurut Ahmad Taufik, banjir terjadi di 18 titik yang tersebar di enam kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter. Kecamatan Kosambi disebut menjadi wilayah dengan dampak terparah.
"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini ada sekitar 10.000 kepala keluarga (KK) meliputi 45-50 ribu jiwa," katanya.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, BPBD Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan proses penanganan darurat dan distribusi bantuan kepada warga terdampak berjalan optimal.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan akibat meluapnya aliran sungai. Warga diminta segera melaporkan perkembangan kondisi di lapangan untuk mempercepat penanganan.
"Kami dari pemerintah, dalam hal ini BPBD, selalu siaga. Kami ada 14 pos Damkar, termasuk di dalamnya adalah membantu bencana. Jadi, kami selalu siap untuk membantu masyarakat," kata dia. (Sumber ANTARA)