Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, 876 Warga Mengungsi akibat Longsor Pandanarum

longsor, Pandanarum, Banjarnegara, longsor banjarnegara, longsor di banjarnegara, longsor pandanarum banjarnegara, Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, 876 Warga Mengungsi akibat Longsor Pandanarum, 876 Warga Mengungsi, BNPB Siapkan Tiga Pos Pengungsian, Puluhan Warga Hilang, Dua Meninggal Dunia, Kebutuhan Mendesak Pengungsi, Status Siaga Darurat Bencana Ditetapkan 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menetapkan Status Siaga Darurat Bencana setelah tanah longsor melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ratusan warga terpaksa mengungsi, sementara proses pencarian puluhan korban hilang masih terus dilakukan tim gabungan.

Keputusan ini diambil menyusul kerusakan parah dan tingginya risiko longsor susulan setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu (15/11/2025).

876 Warga Mengungsi, BNPB Siapkan Tiga Pos Pengungsian

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tiga pos pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan total 823 warga mengungsi sejak Minggu (16/11), sementara pembaruan data BPBD menunjukkan jumlahnya meningkat menjadi 876 jiwa.

“Tiga pos pengungsian sudah disiapkan dengan pendampingan petugas gabungan, yakni di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba,” katanya di Jakarta, Senin.

Abdul memastikan tidak ada warga yang masih berada di area berisiko tinggi, termasuk 34 warga yang sebelumnya bertahan di kawasan hutan sekitar lokasi longsor.

Puluhan Warga Hilang, Dua Meninggal Dunia

Data BNPB dan BPBD mencatat 27 warga masih dalam pencarian, sementara dua orang meninggal dunia.

Korban meninggal masing-masing bernama Lewih (40) yang wafat saat dirawat di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara, dan Esiah (22) yang ditemukan tertimbun material longsor pada Senin pukul 07.40 WIB.

Selain itu, 41 warga berhasil menyelamatkan diri ke hutan namun kemudian dievakuasi tim SAR gabungan.

Longsor besar yang terjadi setelah hujan deras itu juga menyebabkan 30 rumah rusak dan menimbun lahan pertanian serta perkebunan milik warga.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan operasi pencarian, pertolongan, serta pendataan kerusakan.

“Pendataan kerusakan, asesmen kebutuhan, dan pelayanan di pos lapangan terus dilaksanakan,” kata Raib Sekhudin, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Hasil kaji cepat BNPB menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak berupa:

  • bahan makanan
  • makanan siap saji
  • air mineral
  • matras dan selimut
  • hygiene kit
  • family kit

Sementara itu, dapur umum, tenda darurat, dan fasilitas logistik telah dibuka di Kantor Kecamatan Pandanarum.

Status Siaga Darurat Bencana Ditetapkan 14 Hari

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menegaskan pemerintah daerah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana selama 14 hari, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2/871/TAHUN 2025.

Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda pada Minggu (16/11) malam.

“Kami sudah melakukan rapat dengan Forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat bencana untuk longsor Pandanarum ini. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” ujarnya.

Dengan penetapan status siaga darurat ini, seluruh sumber daya pemerintah daerah dimaksimalkan untuk:

  • mempercepat pencarian 27 warga hilang
  • memastikan keselamatan ribuan pengungsi
  • mencegah risiko longsor susulan
  • menyalurkan bantuan logistik secara berkelanjutan

Tim gabungan juga terus memantau kondisi tanah dan cuaca mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Banjarnegara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.