Norwegia Siap Lolos ke Piala Dunia Pertama sejak Zaman Batu, Italia Disebut Mustahil Menang 9-0
Pelatih timnas Norwegia, Stale Solbakken, memberikan analogi menarik mengenai peluang timnya untuk mencapai Piala Dunia 2026.
Tim Viking kini berada di ambang kelolosan untuk mengikuti turnamen sepak bola terbesar di dunia tahun depan.
Norwegia saat ini memimpin klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan raihan poin sempurna.
Mereka telah mengumpulkan 21 poin dari tujuh kemenangan berturut-turut dalam tujuh pertandingan.
Salah satu kemenangan paling krusial mereka adalah melawan Italia pada 6 Juni 2025 di Oslo dengan skor 3-0.
Posisi Norwegia di tangga teratas Grup I kian mantap lantaran mereka juga memiliki selisih gol yang sangat meyakinkan, yakni +29 gol.
Menilik kondisi tersebut, Italia harus melakukan misi yang sangat berat untuk merebut tiket kelolosan otomatis sebagai juara Grup I.
Gli Azzurri hanya mengantongi 18 poin dengan selisih gol +12. Sehingga Italia asuhan Gennaro Gattuso harus menang minimal 9-0 atas Norwegia di pertandingan terakhir.
Partai penutup Grup I Italia vs Norwegia akan berlangsung di Stadion San Siro pada Minggu malam (16/11/2025) waktu setempat atau Senin (17/11/2025) pukul 02.45 WIB.
Baik Norwegia maupun Italia sepakat bahwa kemenangan dengan selisih 9-0 adalah hal yang sangat sulit dicapai.
Dengan demikian, laga di Milano ini hanya seperti menjadi formalitas untuk menutup perjalanan kedua tim dengan hasil yang berbeda, Norwegia menuju Piala Dunia 2026 secara otomatis dan Italia ke play-off.
"Tak ada dari saya ataupun para pemain yang pernah mengalami kebobolan sembilan gol," ujar Stale Solbakken, seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Kami akan memberikan segalanya untuk bertahan dalam situasi ini," tambahnya.
"Sekarang kami hanya perlu menyelesaikan ini dengan cara terbaik," mengingat pentingnya kelolosan bagi timnya.
Erling Haaland beraksi dalam pertandingan sepak bola Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Estonia vs Norwegia di Tallinn pada 9 Juni 2025. (Foto oleh RAIGO PAJULA / AFP)
Norwegia Lama Tak Mentas di Piala Dunia
Bagi Norwegia, kesempatan untuk tampil di Piala Dunia yang sudah di depan mata ini sangat berarti.
Tim dari Skandinavia ini akan bisa kembali berpartisipasi di Piala Dunia setelah 27 tahun. Terakhir kali mereka tampil pada 1998.
Saking lamanya, banyak pemain di tim nasional saat ini yang bahkan belum lahir ketika Tore Andre Flo dan kawan-kawan bermain di Perancis 1998.
Dari total 24 anggota skuad, 15 di antaranya lahir setelah Piala Dunia 1998, atau sekitar 62 persen.
Solbakken sendiri merupakan bagian dari timnas Norwegia yang saat itu mengalahkan Brasil di grup dan melaju ke babak 16 besar.
Kala itu, langkah Norwegia di fase gugur Piala Dunia 1998 dihentikan oleh Italia yang menang berkat gol Christian Vieri.
"Kami tak pernah berada di Piala Dunia sejak zaman batu," ungkap Solbakken, memberikan analogi untuk menjelaskan penantian panjang negaranya untuk kembali ke turnamen bergengsi Piala Dunia.
"Tentu saja pertandingan pertama melawan Italia memberikan kami kekuatan mental untuk laga-laga berikutnya," tambahnya soal kemenangan telak atas Italia di Oslo pada laga pertama Grup I.
Pelatih kepala timnas Italia Gennaro Gattuso memberi isyarat pada laga Grup I kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia dan Israel, di Stadion Bluenergy di Udine, timur laut Italia, pada 14 Oktober 2025.
Gatttuso Sebut Menang 9-0 Mustahil untuk Italia
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, juga telah menerima kenyataan bahwa timnya harus melanjutkan perjuangan ke fase play-off sebagai runner-up grup.
Ia mengeluhkan sistem Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang menghalangi Italia untuk lolos otomatis meskipun berhasil meraih enam kemenangan berturut-turut.
"Menang 9-0 itu mustahil. Jangan pernah mengatakan tidak mungkin dalam sepak bola, tapi kita harus realistis," tegas Gattuso.
"Kami akan menghadapi tim yang memberikan banyak masalah enam bulan lalu," tambah legenda AC Milan tersebut.
Meskipun demikian, Solbakken tetap menghargai Italia sebagai lawan yang patut dihormati.
"Italia pasti akan mampu lolos ke Piala Dunia. Mereka punya tim kuat dan bermain dengan sistem permainan yang berbeda-beda," tutup Solbakken.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.