Ditinggal Patrick Kluivert, Curacao Makin Gacor: Tinggal 1 Poin Lagi ke Piala Dunia

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert

 Performa timnas Curacao sedang menjadi sorotan dunia. Usai berpisah dengan Patrick Kluivert, justru skuad kecil dari Laut Karibia ini tampil semakin gacor dan kini hanya selangkah lagi mencatat sejarah baru lolos ke Piala Dunia 2026.

Kluivert sendiri pernah dua kali menukangi Curacao. Periode pertamanya berlangsung sejak Maret 2015 hingga Mei 2016. Saat itu, eks pemain Barcelona tersebut sempat mundur sementara pada September 2015 sebelum benar-benar meninggalkan tim untuk menangani Ajax Amsterdam U-19.

Kluivert kembali pada 2021 sebagai pelatih interim menggantikan Guus Hiddink yang sedang menjalani pemulihan COVID-19. Namun comeback itu tak berlangsung lama, hanya sekitar empat bulan.

Timnas Curacao

Selama menukangi Curacao di periode pertama, Kluivert berhasil meraih tiga kemenangan, tiga kalah dan dua imbang. Di periode kedua ia sempat menang besar 8-0 atas British Virgin, kemudian disusul hasil buruk dengan tiga kalah dan dua imbang.

Setelah usai masa Kluivert, kini Curacao berada di ambang sejarah. Mereka hanya butuh satu poin lagi untuk mengukir catatan emas sebagai negara terkecil yang pernah mencapai putaran final Piala Dunia.

Langkah besar itu bukan sekadar mimpi. Curacao baru saja menang telak 7-0 atas Bermuda, hasil yang membuat mereka kokoh di puncak Grup B kualifikasi Concacaf dengan koleksi 11 poin dari lima laga. Hanya satu hasil imbang dalam pertandingan terakhir melawan Jamaika pada 19 November sudah cukup untuk memastikan tiket menuju turnamen sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian ini terasa semakin fantastis jika melihat betapa mungilnya negara tersebut. Curacao memiliki populasi hanya 156.115 jiwa dan luas daratan 444 km², hampir setara dengan Kota Palembang di Sumatera Selatan.

Mengutip laporan ESPN, kunci dari performa mengesankan Curacao saat ini adalah sentuhan Dick Advocaat. Mantan pelatih Rangers dan Sunderland itu berhasil memaksimalkan potensi pemain-pemain diaspora yang berkarier di Eropa.

Ada Juninho Bacuna, eks gelandang Rangers dan Birmingham City, yang tampil bersama saudaranya Leandro Bacuna, pemain dengan pengalaman Liga Inggris bersama Aston Villa. Lalu, striker Borussia Dortmund Jordi Paulina.

Tak ketinggalan, Curacao diperkuat pula oleh Tahith Chong, lulusan akademi Manchester United yang kini bermain di Sheffield United. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman inilah yang membuat Curacao tampil jauh melampaui ukuran negara mereka.