Suriname di Ambang ke Piala Dunia, Negara dengan Ikatan Kuat ke Jawa

Piala Dunia 2026, CONCACAF, Suriname vs El Salvador, Kualifikasi Piala Dunia 2026, timnas suriname, Suriname di Ambang ke Piala Dunia, Negara dengan Ikatan Kuat ke Jawa

Suriname, negara dengan populasi hanya sebanyak kota Jambi, di ambang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan El Salvador 4-0 pada Jumat (14/11/2025) pagi WIB.

Suriname punya ikatan kuat ke Indonesia dan terutama Jawa.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF Suriname vs El Salvador di Paramaribo, ibukota Suriname, mempertemukan tuan rumah yang duduk di ranking 126 dunia menghadapi El Salvador yang menghuni peringkat ke-94 dunia.

Negara dengan ranking FIFA di bawah Indonesia tersebut menghempaskan tamu mereka dengan skor telak 4-0.

Gol-gol datang dari penalti Tjaronn Chery (44'), brace Richonell Margaret (74' dan 76') serta gol Dhoraso Klas (83').

Hasil ini menempatkan Suriname di puncak Grup A putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf dengan torehan 9 poin dari lima laga.

Kemenangan besar tersebut membuat agregat gol mereka juga menjadi +5.

Pesaing terdekat Suriname adalah Panama (6 poin) dan Guatemala (5 poin) yang tengah bertanding saat berita ini diturunkan.

Alhasil, Suriname harus menang pada laga terakhir grup kontra Guatemala untuk mengamankan tempat di Piala Dunia 2026.

Sementara, Panama akan menghadapi El Salvador.

Apabila tidak menang sekalipun, agregat gol Suriname akan membantu karena dua runner up terbaik dari ketiga grup di putaran ketiga bakal bertemu di playoff.

Keunikan Suriname, Ikatan dengan Jawa

Suriname adalah negara dengan total populasi sekitar 640.000 orang menurut sensus penduduk 2025.

Mereka menjadi negara terkecil di Amerika Selatan baik secara populasi dan teritori.

Kendati terletak secara geografis di Amerika Selatan, Suriname adalah salah satu dari tiga negara di sana yang bermain di CONCACAF bersama dengan Guyana dan Guiana Perancis.

Suriname bahkan adalah salah satu negara pendiri CONCACAF pada 1961.

Mereka adalah mantan teritori Belanda dengan lebih banyak pemain yang lahir di Belanda ketimbang Suriname.

Negara tersebut punya ikatan kuat dengan Jawa karena pemerintahan kolonial Belanda ketika itu mengimpor pekerja kontrak dari koloni mereka di Tanah Air setelah menghapus perbudakan pada 1863.

Secara total, hampir 33.000 orang Jawa bermigrasi ke Suriname untuk bekerja di pertanaman antara 1890 dan 1939 menurut situs InsideIndonesia.org.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Batavia (Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Mayoritas dari imigran ini kemudian tinggal dan menetap di sana.

Situs sama bahkan menyebut, kehadiran grup penduduk asal Jawa ini penting untuk "menjaga keseimbangan" antara komunitas Afro-Suriname dan kelompok Hindu (eks warga India Inggris).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.