Popularitas Trump Merosot Tajam, Dukungan Terburuk Sejak Kembali ke Gedung Putih
Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Rabu, 12 November 2025, menunjukkan tingkat dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurun tajam sejak awal masa jabatan keduanya. Ironisnya, sebagian besar ketidakpuasan yang meningkat datang dari kubu Partai Republik.
Survei yang dilakukan oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research pada 6-10 November menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga orang Amerika, atau 33 persen, yang menyetujui cara Trump dari kubu Partai Republik itu mengelola pemerintahan, turun dari 43 persen pada Maret.
Hasil jajak pendapat tersebut sebagian besar didorong oleh menurunnya dukungan dari kalangan Partai Republik dan independen.
Presiden AS Donald Trump di Washington DC
Menurut survei tersebut, hanya sekitar dua pertiga responden dari Partai Republik, atau 68 persen, yang mendukung manajemen pemerintahan Trump, turun dari 81 persen pada Maret. Tingkat dukungan dari kalangan independen turun dari 38 persen menjadi 25 persen.
Survei tersebut menunjukkan mayoritas Partai Demokrat, atau 95 persen pendukung, secara konstan menunjukkan ketidakpuasan terhadap cara Trump dalam mengelola pemerintahan federal, meningkat dibandingkan dengan 89 persen pada Maret lalu.
Titik Terendah
Tingkat dukungan masyarakat terhadap pemerintahan Trump secara keseluruhan mencapai 36 persen, tak banyak berubah dari 37 persen pada bulan sebelumnya.
Hasil ini menyoroti berbagai risiko yang ditimbulkan oleh penutupan pemerintahan atau shutdown, mengingat kekurangan anggaran pemerintah telah menyebabkan gangguan pada lalu lintas udara, membuat ratusan ribu pegawai federal tidak menerima gaji, dan bahkan mengganggu alokasi bantuan pangan bagi masyarakat rentan, seperti dilansir Associated Press.
The Economist juga merilis jajak pendapat popularitas Presiden Donald Trump yang terus mengalami penurunan drastis. Survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat persetujuan publik terhadap kinerjanya kini mencapai titik terendah sejak ia kembali menjabat di periode keduanya.
Menurut The Economist, tingkat persetujuan bersih Trump—selisih antara warga yang menyetujui dan yang tidak menyetujui kinerjanya—turun hingga minus 18 poin, atau tiga poin lebih rendah dibanding periode terburuk sepanjang masa jabatan pertamanya.
Penurunan ini mencerminkan ketidakpuasan luas publik Amerika, bahkan dalam isu-isu utama yang menjadi tulang punggung agenda politik Trump. Dalam penanganan imigrasi, misalnya, persetujuan bersihnya berada di minus 7. Sementara untuk inflasi dan harga kebutuhan pokok, angka dukungannya terjun lebih dalam lagi ke minus 33 poin.
Pengamat politik menilai merosotnya popularitas Trump menandakan krisis kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintahannya, terutama terkait ekonomi dan stabilitas sosial.
Sementara loyalis Trump berpendapat bahwa survei tidak mencerminkan kenyataan di lapangan, sejumlah analis menilai tren ini sulit diabaikan. Dengan tingkat ketidakpuasan yang merata di seluruh demografi dan wilayah, Trump kini menghadapi tantangan berat untuk memulihkan citra politiknya menjelang pertarungan elektoral berikutnya.