Trump: Shutdown AS Akan Segera Berakhir

Presiden AS Donald Trump sebelum bertolak dengan Marine One di White House
Presiden AS Donald Trump sebelum bertolak dengan Marine One di White House

 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa shutdown, atau penutupan kegiatan pemerintahan, akan segera berakhir, setelah Partai Demokrat di Senat AS telah menunjukkan kesediaan untuk menerima paket rancangan undang-undang yang bisa mengakhiri shutdown.

"Sepertinya sebentar lagi shutdown akan berakhir," kata Trump kepada wartawan.

Senat AS pada hari Minggu, melakukan pemungutan suara penting atas rancangan undang-undang yang akan mengakhiri penutupan pemerintah federal  atau shutdown yang memecahkan rekor tanpa memperpanjang subsidi layanan kesehatan yang dituntut oleh Partai Demokrat.

Para senator mulai memberikan suara pada Minggu malam, untuk memajukan undang-undang pendanaan sementara yang telah disahkan DPR.

Pemimpin mayoritas Senat, John Thune, mengatakan undang-undang tersebut akan diamandemen untuk menggabungkan langkah pengeluaran jangka pendek lainnya dengan paket tiga rancangan undang-undang alokasi anggaran setahun penuh.

Paket tersebut masih harus disahkan oleh Kongres AS dan dikirimkan kepada Donald Trump untuk ditandatangani, sebuah proses yang dapat memakan waktu beberapa hari.

Senat Demokrat sejauh ini menolak upaya untuk membuka kembali pemerintahan, dengan tujuan menekan Partai Republik agar menyetujui perpanjangan subsidi untuk program kesehatan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act), yang berakhir pada akhir tahun.

Richard Blumenthal,  senator Demokrat untuk Connecticut, mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan memberikan suara menentang langkah pendanaan tersebut tetapi menyatakan bahwa mungkin ada cukup dukungan Demokrat untuk meloloskannya.

"Saya tidak mau menerima janji samar untuk melakukan pemungutan suara pada waktu yang tidak ditentukan, terkait beberapa langkah yang tidak jelas yang memperpanjang kredit pajak layanan kesehatan," kata Blumenthal dilansir 

Diketahui, tahun fiskal AS yang baru dimulai pada 1 Oktober tidak dapat berjalan setelah Kongres gagal menyetujui anggaran sehingga pemerintah tidak dapat berfungsi.

Shutdown membuat lembaga-lembaga pemerintah lumpuh karena tidak adanya anggaran dan situasi seperti itu biasa terjadi di AS.

Trump sebelumnya mengatakan dia bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan PHK massal dan pemangkasan pembayaran.

Dia menyalahkan kebuntuan soal anggaran di Kongres kepada Partai Demokrat dan kabinetnya menggunakan situasi itu untuk menghapus program-program yang tidak disukai Partai Republik.