Gila! Timnas Maroko U-17 Cetak Skor 16-0, Kemenangan Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Timnas Maroko U-17 mencatat sejarah emas di ajang Piala Dunia U 17 2025 yang berlangsung di Qatar. Mereka membantai Kaledonia Baru dengan skor luar biasa 16-0, menjadi kemenangan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia sepakbola 11 lawan 11, di semua level usia.
Pertandingan sensasional ini berlangsung di Aspire Academy, Doha, Minggu (9 November 2025). Gol pembuka dilesakkan oleh Bilal Soukrat pada menit ketiga, yang kemudian memicu banjir gol dari para pemain muda Atlas Cubs. FIFA bahkan menyebutnya sebagai “biggest win at any 11-a-side World Cup at any level.”
Rekor Dunia Baru dan Euforia Maroko
Sebelum laga ini, rekor kemenangan terbesar dipegang bersama oleh Spanyol (13-0 atas Selandia Baru pada Piala Dunia U-17 1997) dan Amerika Serikat (13-0 atas Thailand di Piala Dunia Wanita 2019). Dengan skor 16-0, Maroko kini resmi memecahkan rekor tersebut.
“Ah, 15-0 ya rekor sebelumnya?” ujar Ziyad Baha, penyerang Maroko yang mencetak dua gol, saat berbincang dengan FIFA usai laga. Ia bahkan sempat lupa jumlah pasti gol timnya, sebelum dikoreksi bahwa skor akhir adalah 16-0. “Kami tidak ingin mempermalukan lawan. Kami hanya ingin menang untuk menjaga peluang lolos. Kami benar-benar bangga,” ujarnya sambil tertawa.
Kebangkitan Setelah Dua Kekalahan Berat
Menariknya, kemenangan besar ini datang setelah Maroko mengalami dua hasil buruk sebelumnya. Tim asuhan Nabil Baha — yang juga ayah dari Ziyad — sempat kalah 0-2 dari Jepang dan 0-6 dari Portugal di dua laga pembuka grup.
“Saya tidak ingin bicara banyak tentang dua pertandingan pertama. Tapi itu sangat menyakitkan bagi kami,” ungkap sang pelatih kepada FIFA.
“Di hotel, suasana sempat berat. Kami harus mengangkat semangat para pemain dan meyakinkan mereka bahwa segalanya belum berakhir. Faktor psikologis sangat menentukan hari ini,” tambahnya.
Kapten tim, Hamza Bouhaddi, juga menyoroti pentingnya gol cepat di menit-menit awal. “Kami mencetak gol lebih awal, dan itu memberi kami kepercayaan diri yang besar. Setelah itu kami tampil tanpa beban,” katanya.
Sembilan Pencetak Gol dan Permainan Tanpa Ampun
Dalam pertandingan tersebut, sembilan pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor. Di antaranya Nahel Haddini, Oualid Ibn Salah, Abdelali Eddaoudi, Ziyad Baha, Abdellah Ouazane, dan Ismail El Aoud — masing-masing menyumbang dua gol.
Bahkan satu gol tambahan tercipta lewat bunuh diri pemain Kaledonia Baru, Steevy Andrew.
Dengan skor 7-0 di babak pertama, pelatih Baha meminta anak asuhnya untuk tidak mengendurkan serangan. “Di jeda babak pertama, saya bilang kepada mereka untuk tetap fokus. Mereka percaya diri, dan kami ingin memberi sesuatu yang membanggakan untuk para fans,” ucapnya.
Sang pelatih juga memberi pujian untuk kiper lawan, Nicolas Kutran, yang meski kebobolan 16 gol, tetap melakukan beberapa penyelamatan gemilang. “Dia punya pertandingan hebat. Tapi kami terlalu dominan,” katanya.
Sejarah yang Tak Akan Terlupakan
Kemenangan bersejarah ini bukan hanya menegaskan potensi besar generasi muda Maroko, tetapi juga menunjukkan semangat juang mereka untuk bangkit dari dua kekalahan sebelumnya.
Pelatih Nabil Baha menutup dengan penuh kebanggaan:
“Kalian harus memberi kredit kepada para pemain. Ini penting, karena membuat sejarah di sepakbola tak selalu tentang trofi — kadang juga tentang momen dan gol. Dan hari ini, kami menciptakan sejarah itu.”
Dengan kemenangan fenomenal ini, Maroko kini menantikan hasil grup lain untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Namun, apa pun hasilnya, dunia sepakbola sudah mencatat: Maroko U-17 adalah pemegang rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.