Zambia ke Babak Knockout di Debut Piala Dunia U17, Pelatih: Kami Tidak Takut Siapapun
Timnas U17 Zambia resmi memastikan tempat di babak knockout Piala Dunia U17 2025 setelah menumbangkan Honduras 5-2 pada laga kedua Grup H, Rabu (5/11/2025).
Kemenangan besar itu melengkapi catatan apik mereka setelah menang 3-1 atas Timnas U17 Indonesia di pertandingan pembuka.
Hasil tersebut memastikan Zambia melangkah ke fase gugur dengan satu pertandingan tersisa, sekaligus menorehkan sejarah baru dalam sepak bola mereka.
Sebelumnya, Zambia belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia U17 sepanjang sejarah.
Pelatih Zambia, Dennis Makinka, menyebut pencapaian ini sebagai momen besar bagi negaranya.
“Perasaan luar biasa bagi negara kami. Ini pertama kalinya kami berada di Piala Dunia U17,” ujar Makinka dalam wawancara dengan FIFA usai laga.
“Kami melihat talenta hebat yang dimiliki anak-anak ini. Kami ingin terus berjuang lebih keras untuk membuat rakyat di rumah bangga. Kami menerima begitu banyak pesan dukungan, dan itu luar biasa.”
Kapten Kalimina: “Kami Tidak Takut Siapa Pun”
Salah satu sosok kunci dalam kesuksesan Zambia adalah sang kapten, Jonathan Kalimina, yang tampil menonjol di dua laga awal.
Bermain sebagai bek kiri, pemain serbabisa itu juga bisa beroperasi di lini tengah dan sudah mencatatkan tiga asis sejauh ini.
Kalimina terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan (Player of the Match) usai kemenangan atas Honduras.
Selepas laga, rekan-rekan setimnya memberikan tepuk tangan meriah kepada sang kapten yang menunjukkan kepemimpinan dan semangat tinggi di lapangan.
“Kami sangat senang bisa lolos ke babak berikutnya,” kata Kalimina.
Pesepak bola Timnas U17 Indonesia Fadly Alverto (kanan) berusaha melewati adangan pesepak bola Timnas Zambia U17 Mapalo Simute (kiri) pada laga Grup H Piala Dunia U17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa (4/11/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/fzn/bar
“Kami melakukan semuanya sebagai tim, dan sekarang menatap lebih tinggi untuk menjadi juara grup. Laga melawan Brasil akan kami hadapi seperti biasa."
"Kami tidak takut apa pun. Kami ingin meninggalkan jejak di turnamen.”
"Sebagai kapten, saya mendapat banyak dukungan dari tim, dan saya mendorong rekan-rekan saya untuk terus berjuang lebih jauh di kompetisi ini,” ujarnya.
Makinka: “Kami Harus Lebih Disiplin di Pertahanan”
Zambia tampil tajam dengan delapan gol dari dua pertandingan, tetapi pelatih Makinka tetap menyoroti sisi pertahanan yang perlu diperbaiki.
“Kami ingin melangkah satu langkah demi satu,” katanya.
“Kami mencetak tiga gol di laga pertama, lalu lima gol di laga kedua, tapi kami juga kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dicegah.”
Makinka menilai duel terakhir grup melawan Brasil pada Senin (10/11/2025) akan menjadi ujian besar.
Kedua tim telah memastikan tiket ke babak 32 besar, dan pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang menjadi juara grup.
“Brasil adalah lawan sangat tangguh, tapi untuk menjadi yang terbaik, Anda harus menghadapi yang terbaik,” ujar Makinka.
“Kami akan bekerja lebih keras di sektor pertahanan dan berharap mendapatkan hasil baik.”