Nancy Pelosi Umumkan Pensiun Usai 40 Tahun di Kongres AS, Trump Girang!

Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat bicara soal pengendalian senjata api
Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat bicara soal pengendalian senjata api

Nancy Pelosi, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR Amerika Serikat (AS), mengumumkan pada hari Kamis, bahwa ia akan pensiun di akhir masa jabatannya saat ini di Kongres. Ia tidak akan mencalonkan diri lagi pada pemilu 2026.

Politisi Demokrat asal California ini menyatakan akan mengakhiri karier setelah duduk di legislatif AS selama 40 dan menjadikannya sebagai perempuan terpilih paling berpengaruh dalam sejarah AS

"Saya ingin Anda, sesama warga San Francisco, menjadi yang pertama tahu," kata Pelosi dalam sebuah pesan video. "Saya tidak akan mencalonkan diri kembali ke Kongres. Dengan hati yang penuh syukur, saya menantikan tahun terakhir pengabdian saya sebagai wakil rakyat yang membanggakan."

Masa jabatan Pelosi di Kongres berakhir pada 3 Januari 2027.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi

Pelosi, 85 tahun, adalah perempuan pertama yang terpilih sebagai ketua DPR AS dan perempuan pertama yang memimpin partai politik besar di kedua majelis Kongres.

Ia pertama kali terpilih pada tahun 1987 dan menjadi salah satu politisi paling berpengaruh dari Partai Demokrat. Ia dikenal sebagai sosok tegas dan berpengalaman, yang sering berhadapan langsung dengan mantan Presiden Donald Trump. 

Selama masa jabatannya, Pelosi berperan besar dalam meloloskan Undang-Undang Perawatan Kesehatan Terjangkau atau Obamacare pada masa Presiden Barack Obama. Ia juga menjadi tokoh kunci dalam dua kali upaya pemakzulan Trump.

Reaksi Sinis Trump

Terpisah, Presiden Donald Trump menyebut mantan Ketua DPR Nancy Pelosi sebagai "perempuan jahat" ketika diminta mengomentari pengumuman pensiunnya.

"Saya senang dia pensiun," kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Oval dalam konferensi pers tentang pengurangan biaya obat penurun berat badan bagi warga Amerika, Kamis.

"Saya pikir dia telah berjasa besar bagi negara dengan pensiun," lanjut Trump. "Saya pikir dia adalah beban yang sangat besar bagi negara. Saya pikir dia adalah perempuan jahat yang melakukan pekerjaan dengan buruk, yang merugikan negara dalam hal kerugian dan reputasi. Saya pikir dia buruk sekali."

Ketua DPR AS Nancy Pelosi robek-robek salinan naskah Pidato Tahunan Kenegaraan Presiden Donald Trump, Selasa malam 4 Februari 2020 waktu Washington DC.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi robek-robek salinan naskah Pidato Tahunan Kenegaraan Presiden Donald Trump, Selasa malam 4 Februari 2020 waktu Washington DC.

Pelosi menjadi salah satu kritikus Trump yang paling keras, dan ketegangan mereka terdokumentasi dengan baik saat dia memimpin DPR di tahun-tahun terakhir masa jabatan pertamanya.

Ia memimpin kedua pemakzulan Trump, yang pertama pada tahun 2019 atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan yang kedua pada tahun 2021 setelah massa pro-Trump menyerbu Gedung Capitol AS pada 6 Januari.

Perseteruan mereka pernah mencapai puncak ketika Pelosi merobek salinan pidato kenegaraan Trump di hadapan Kongres pada 2020. Insiden itu kemudian viral di media sosial. Pelosi juga tidak menghadiri pelantikan Trump Januari lalu.

Baru-baru ini, ia menyebut Trump sebagai "makhluk keji" dalam sebuah wawancara dengan CNN.

"Hal terburuk di muka Bumi, tapi tetap saja," kata Pelosi. Ketika diminta menjelaskan mengapa ia menggambarkannya seperti itu, Pelosi mengatakan ia "tidak menghormati Konstitusi."

Trump juga tak henti-hentinya mengkritik Pelosi selama bertahun-tahun. Ia secara rutin menyerang Pelosi dalam pidato dan rapat umum kampanye 2024, menyebutnya "orang yang korup," "jahat," dan "sakit."